Warga Sinjai Tengah Lumpuh Puluhan Tahun, Aparat Desa: Saya Mantan Wartawan

SINJAI, Suara Jelata — Kemiskinan dan berbagai problem sosial tak pernah lepas di setiap daerah. Sama halnya yang terjadi di Kabupaten Sinjai. Jumat, (03/11/2017).

Dimana warga Dusun Baru RT 4, RW. 2 Desa Kanrung Kecamatan Sinjai Tengah. Syadda (62) mengalami lumpuh selama kurang lebih 29 (Tahun) dan tinggal menumpang bersama dengan keponakannya, Ali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun suarajelata.com, Ali harus menghidupi 6 orang, diantaranya 3 orang tua Lanjut Usia (Lansia) Syadda (62), Upe (68) dan Aceh (62).

Selain itu, Ali juga mesti menghidupi sang Istri serta anak dan keponakannya yang sudah kehilangan orang tuanya (Yatimpiatu).

Menurut warga setempat, Ali hanya sebagai pekerjaanya serabutan yakni buruh bangunan, tidak bisa membawa tantenya berobat karena terkendala biaya dan juga tidak mempunyai kartu Jaminan Kesehatan Berobat (KIS).

“Jangankan untuk berobat pak makan sehari-hari saja sulit,ditambah lagi jatah raskin yang seharusnya didapat malah dikurangi. Seharusnya jatah beras 1 KK untuk penyaluran tahap September-Oktober 2017 ini yakni 2 karung tapi hanya 1 karung yang diberikan dan harga tebus raskin juga mahal. Seharusnya Rp. 24.000/karung disuruh membayar Rp. 30.000/karung” tegas salah seorang warga setempat yang enggan disebut namanya.

Di lain sisi Kepala Dusun Baru, Muhammad Basir saat dikonfirmasi mengatakan, ini Aceh nda jelas tinggalnya dimana, karena ada juga rumahnya di Sinjai Timur.

Sementara, menurutnya kalau Cadda sudah lama tak pernah keluar rumah karena lumpuh,

“Sejak sebelum saya lahir kayaknya Cadda sakit. Kalau bisa siapa warga yang diwawancarai, karena nda enak saya rasa. Apalagi saya punya tante. Saya juga mantan wartawan pak, dua tahun lebih. Sebelum dimuat berita datanglah dulu ke pemerintah setempat. Jangan sampai suara-suara begitu yang merusak” tegasnya dengan nada lantang saat dihubungi via telepon, Jumat (03/11).

Senada dengan itu, Kepala Desa Kanrung Buhari menuturkan, kalau yang dimaksud tidak pernah ada dalam daftar sebagai lansia yang sakit-sakitan.

“Terkait Syadda, Upe dan Aceh itu baru saya dengar pak. Sebelumnya tidak ada yang pernah menginformasikan” kuncinya.

BUR/ANDI