KUD Kampala Sinjai Timur Tidak Aktif, Potensi Berdampak Hukum

SINJAI, Suara Jelata—Koperasi Unit Desa (KUD) Kampala yang letaknya di Desa Saukang Kecamatan Sinjai Timur dianggap tidak aktif karena selama kurun waktu 3 tahun tidak pernah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian menyebutkan apabila dianggap tidak aktif maka harus dibubarkan.
Kewajiban pengurus sebenarnya harus RAT saat akhir tahun namun tidak dilakukan smentara ada kegiatan sewa gudang
Penyuluh Koperasi Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Sinjai Iskandar yang ditemui rabu,(13/12/17) mengatakan hal yang paling urjen sebenarnya adalah mengaktifkan kepengurus dan komitmen dengan program kerja yg telah di RAT sebelumnya oleh KUD Kampala Desa Saukang Kecamatan Sinjai Timur.
“Koperasi tersebut kami anggap tidak sehat dan aktif lagi, untuk itu kami selalu menyarankan kepada Ketua, Sekretaris dan Anggotanya agar secepatnya melakukan RAT bahkan kami telah menyampaikan dan bersurat untuk melakukan itu,  apalagi ini telah memasuki bulan desember, dimana seluruh Koperasi diwajibkan untuk melakukan RAT,” ungkap Iskandar.
“Ini pengurus dianggap lalai dalam menjalankan peraturan yang ada, sementara aktifitasnya disana, orang luar yang menfungsikan gudangnya bahkan dipersewakan,apabila ada kesalahan dalam pertanggung jawaban dan keranah hukum maka pengurus akan terlibat, apalagi keanggotaan kepengurusannya tidak jelas,”Terangnya.
Sementara itu, Awalauddin Adil yang merupakan warga Desa Saukang berpendapat bahwa seharusnya Badan Pengawas KUD Kampala jangan hanya diam saja terkait hal tersebut.
“Saya anggap Pengurus KUD Kampala tidak becus mengelola karena sepengetahuan saya sudah tidak ada lagi usaha yang berjalan dan hanya sewa gudang saja yang jalan,” tegas Awal.
Lanjut ditambahkan, Pengurus KUD Kampala secepatnya melakukan RAT dan transparan dalam hal pengelolaan keuangannya pada saat rapat.
“Ini jika dilaporkan keranah hukum maka akan berdampak buruk bagi seluruh pengurus KUD Kampala,”Kuncinya.
SANG/REDAKSI