Kisah Kakek Joja, Warga Miskin Sinjai Tengah Yang Menyentuh

SINJAI, Suara Jelata—Seorang kakek tua Renta di Kabupaten Sinjai sudah berbulan-bulan lamanya tinggal di gubuk seluas 2×2 meter dengan kondisi yang memprihatinkan.

Kakek tersebut merupakan korban kebakaran yang tidak pernah mendapat uluran tangan dari pemerintah setempat.

Joja (68) merupakan korban kebakaran 4 bulan lalu, kini tinggal di lereng bukit. Iya terpaksa tinggal di gubuk beratap terpal dan berlantai tanah karena rumahnya ludes dilalap api.

Sejak peristiwa tersebut, Joja pun menjalani hari-harinya di dalam Gubuk dengan kondisi yang serba terbatas.

Sang kakek merupakan warga miskin di Dusun tapillasa, Desa pattongko, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, yang luput dari perhatian pemerintah.

Anak Joja, menjelaskan bahwa, selama empat bulan lamanya, bapak saya tinggal di gubuk ini.

“Tidak pernah dapat bantuan dari pemerintah setempat, baik bantuan tenda, ataupun perbaikan rumah, tidak ada sama sekali”, Jelas Saleha.

Lantaran prihatin melihat kondisi Joja, Sejumlah warga sekitar akhirnya bergotong-royong mendirikan rumah sang kakek.

Pembangunan rumah panggung seluas 3×4 Meter ini juga merupakan swadaya masyarakat setempat yang diinisiasi kepala dusun Tapillasa.

Beberapa warga turut menyumbangkan tiang dan papan karena khawatir Joja jatuh sakit apabila Terus tinggal di dalam gubuk yang tak layak huni.

Kepala Dusun Topillasa mengatakan, harapan saya bagaimana bisa ada bantuan dari pemerintah atau dari pihak-pihak sosial seperti itu pak, karena untuk kebutuhan seperti atap belum ada pak.

Joja merupakan satu potret warga miskin di Kabupaten Sinjai yang tak kebagian bantuan pemerintah bahkan disaat ia kehilangan rumah dan harta benda akibat kebakaran sang kakek pun masih luput dari perhatian pemerintah setempat.

BURHAN