Pilkada 2018, Mari Berpolitik Sehat Untuk Sinjai Keren

OPINI, Suara Jelata—Pemilihan kepala daerah atau yang lebih dikenal dengan Pilkada merupakan sarana penunjang dalam mewujudkan sistem tata negara secara demokratis yang pada dasarnya adalah proses dimana rakyat sebagai puncak kedaulatan memberikan mandat kepada calon peimpin yang diharapkan mampu menata sistem tatanan bermasyarakat.

Pilkada dalam istilah “Pesta Demokrasi” yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Pada setiap pagelaran/hajatan pesta demokrasi selalu saja muncul berbagai polemik. Polemik itu ibarat bumbu penyedap.

Pilkada kali ini berbeda dengan pagelaran lima tahun lalu. Pada pilkada sebelumnya kampanye masih dengan cara konvensional, seperti pergerakan massa rapat umum dan saat ini itu mulai terasa hampa.

Sekarang ini, kampanye lewat media online memang boleh dikata efektif ketimbang baliho dan spanduk. Orang terkadang tidak percaya bahkan tidak peduli dengan deretan gambar paslon di pinggir jalan dan hanya menjadi sampah visual semata.

Mereka lebih percaya dengan opini teman dan kolega di media sosial, dapat dikatakan satu orang dapat mempengaruhi banyak orang. Di media sosial tidak lagi “one man One vote” tetapi setiap orang bisa memiliki kekuatan setara banyak orang dan media sosial informasi terasa cepat.

Namun dibalik kelebihan itu semua terdapat berbagai hal yang sangat tidak terpuji seperti perdebatan, saling hujat, saling menyerang paslon dukungan teman di media sosial. Hal tersebut hampir setiap hari kita saksikan di media sosial.

Miris dan sedih ketika melihat berbagi hujatan-hujatan terkait pilkada bukankah kita satu daerah, keluarga dan bukankah kita semua masyarakat yang cerdas menyikapi berbagai masalah dan polemik yang ada.

Seharusnya kita saling menghargai santun dalam manyapaikan gagas serta tidak menhujat paslon lain. Mari bepolitik sehat, berpolitik cerdas untuk pembangunan Sinjai lima tahun kedepan.

Karena Sinjai butuh rakyat dan pemimpin yang bersinergi dalam satu tujuan seperti yang tertulis dalam semboyan, “Sinjai Bersatu”.

ARDIANSYAH MAPPIGAU