Tuntut Cabut Skorsingnya, Puluhan Organisasi Mahasiswa UMI Makassar Demo Pihak Kampus

MAKASSAR, Suara Jelata—Solidaritas Mahasiswa Untuk Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (FH-UMI) Makassar menggelar aksi demonstrasi terkait skorsing kepada mahasiswa Fakultas Hukum. Senin, (12/03/2018).

Aksi tersebut dilaksanakan di Pelataran Helipet UMI Makassar dengan membawa Tiga Tuntutan Mahasiswa (TRITUMA) Cabut SK Skorsing 2 Mahasiswa Fakultas Hukum UMI, Wujudkan Transparansi Anggaran Kampus, Libatkan Mahasiswa Dalam Pengambilan Kebijakan Kampus.

Dalam penjelasan di selebarannya Aksi tersebut dipicu karena pada kamis, (02/03/2018) Dekan (FH- UMI) Makassar  Dr. Muhammad Syarif Nuh mengeluarkan surat skorsing kepada mahasiswa Fakultas Hukum, dengan alasan aksi mahasiswa untuk menuntut transparansi anggaran dan keterlibatan mahasiswa dalam pengambilan kebijakan kampus adalah suatu  bentuk pelanggaran.

Keputusan yang di buat oleh Dekan tersebut adalah suatu bentuk pembungkaman demokrasi dan juga pemutusan fungsi mahasiswa terkait dengan  pengawasan mahasiswa terhadap pihak birokrasi.

Surat skorsing tersebut sangat cacat prosedural, pasalnya aksi yang dilakukan pada hari kamis 1 maret langsung ditanggapi dengan rapat senat untuk memberikan sanksi kepada mahasiswa secara sepihak.

Hasil rapat tersebut terlihat pada keesokan harinya jumat 2 maret Dekan Fakultas Hukum menandatangani surat skorsing, namun surat skorsing tersebut baru diberikan kepada mahasiswa setelah seminggu kemudian 8 maret.

Dari jangka waktu yang terlihat antara rapat senat sampai ditanda tangani surat tersebut sangatlah terkesan memaksakan pemberian sanksi kepada mahasiswa tanpa memberikan surat peringatan sebelumnya.

Dalam aksi tersebut puluhan organisasi yang terlibat yakni Fmn, Teknik UMI, GRD UMI,FORGAME SC UMI, HIMAGE, KREASI SC UMI, PUSMAT, PMII FAI UMI, PMII SASTRA UMI, PMII HUKUM UMI, KOMUNAL, PEMBEBASAN, FOSIS, UMI, HPMS, HIDJAZ SC, KRISC SC, KOMPAK SC, HMT, HMI komisariat UMI, KOHATI HUKUM UMI.

TAKDIR