Masyarakat Pulau Sembilan Bersatu Menangkan SEHATI

SINJAI, Suara Jelata— Warga Kecamatan Pulau Sembilan tumpah ruah menyambut calon Bupati dan Wakil Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa-Andi Kartini Ottong (SEHATI) saat melakukan kunjungan di beberapa Desa di Pulau Sembilan. Kamis, (3/4/2018).

Kegiatan yang bertempat di Lapangan sepak bola Pulau IX, masyarakat menyatakan dukungan dan siap memenangkan pasangan nomor urut 1 ini pada Pilkada Sinjai 2018.

Antusias masyarakat terlihat serius mendengarkan pemaparan visi-visi SEHATI sambil meneriakan yel-yel SEHATI. Mereka Bangga atas kehadiran pasangan Andi Seto-Andi Kartini.

Ketua Tim Peduli Rakyat Sinjai (PERSI) SEHATI, Take mengatakan kehadiran ratusan masyarakat menjadi bukti bahwa pasangan Andi Seto-Andi Kartini sangat dicintai masyarakat terkhusus warga di Pulau Sembilan.

“Terima kasih kami ucapkan kepada pasangan SEHATI atas kehadirannya ditengah-tengah kami. Bismillah, kami akan berjuang memenangkan Pilbup tahun 2018 ini,” kata Take.

Sementara itu, Andi Seto menyampaikan bahwa program unggulannya jika kelak terpilih, salah satunya dengan kartu saktinya yang diberi nama “ku-SATU-kan”, kartu sejahtera pelaku utama perikanan.

“Didalam kartu tersebut terdapat program program yang sangat pro rakyat antara lain, perlindungan dan pemberdayaan nelayan dan pembudi daya ikan, pemberian bantuan sarana dan prasarana serta subsidi usaha perikananan bagi pelaku utama dan usaha sub bidang penangkapan ikan dan pembudidaya ikan (pengelohan dan pemasaran),” bebernya.

Lanjut Seto, dalam kartu tersebut juga terdapat program membantu jaminan resiko usaha perikanan seperti hilang atau rusaknya sarana dan kecelakaan kerja bagi nelayan serta pemberian bantuan biaya dan pendanaan modal usaha.

“Kartu tersebut juga ada program memfasilitasi bantuan beasiswa bagi siswa keluarga nelayan dan pembudidaya ikan yang berprestasi (khusus kedokteran) sampai selesai S1,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan terkait permasalahan perizinan bagi nelayan, jika dirinya bersama andi kartini diberikan amanah, maka paling lambat 3 bulan sudah memberikan solusi dan nelayan tidak perlu lagi ke makassar untuk mengurus perizinan karena tentunya membutuhkan biaya.

“Nelayan harus diberikan kemudahan agar lebih fokus mencari ikan dan menjadikan Sinjai sebagai kota ikan di Sulawesi Selatan,” kuncinya.

zhenal benzema