Keberatan Dengan Tuntutan Jaksa, Warga di Bone Bersurat ke Kejagung RI

Foto: Dahlan Asgap

BONE, Suara Jelata— Seorang warga Desa Raja, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, bernama Dahlan Asgap bersurat kepada Jaksa Agung Republik Indonesia, dalam hal ini Jaksa Pengawas Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Provinsi Sulawesi Selatan. Selasa (15/05/2018).

Surat yang ia buat adalah surat terbuka yang akan ia kirim hari ini ke 13 tembusan, diantaranya Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) di Jakarta, Kejaksaan Negeri Watampone, termasuk Pers dan Media Massa.

Ia menuliskan surat dengan isi menceritakan bahwa tuntutan terdakwa pelaku percobaan pembunuhan Ufriani Bin Duco (30) terhadap korban Hj. Sabuge (75) yang dinilai tidak biasa itu diduga karena adanya praktek atur mengatur hukuman.

Diketahui, kasus percobaan pembunuhan yang terjadi pada tanggal 12 November 2017 lalu di Pengadilan Negeri Watampone sudah memasuki sidang tuntutan pada Senin (14/05/2018) kemarin.

Diungkapkan bahwa tuntutan Jaksa Penuntut Umum terhadap terdakwa yang atas perbuatannya hanya di tuntut 3 bulan hukuman, justru memancing amarah keluarga korban karena di anggap perlakuan tersebut tidak adil oleh Jaksa Penuntut Umum yang menurutnya sangatlah ringan dan sudah dipastikan vonis untuk terdakwa.

“Tujuan saya menuliskan surat ke Jaksa Agung Republik Indonesia, dalam hal ini Jaksa Pengawas Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Provinsi Sulawesi Selatan karena menurut saya,  tuntutan jaksa tersebut tidak sesuai dengan apa yang diperbuat pelaku,” Ungkap Dahlan.

Ia berharap supaya Jaksa Agung Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan untuk mencermati dan memeriksa kembali kejadian perkara tersebut.

Aisyah/Redaksi