Literasi Lima Gelar Deklarasi Dan Bincang Ramadhan di Warkop 52 Hertasning

Kegiatan deklarasi dan bincang ramadhan yang rangkai dengan sahur bersama di Warkop 52 Hertasning Kab. Gowa

GOWA, Suara Jelata — Literasi Lima gelar deklarasi dan bincang ramadhan yang rangkai dengan sahur bersama di Warkop 52 Hertasning Kab. Gowa. (Kamis, 31/05/2018)

Kegiatan Deklarasi Literasi Lima dan Bincang ramadhan ini bertemakan “Iqra’, Baca apa?”. Yang di hadiri oleh berbagai elemen masyarakat, khusunya mahasiswa dan berbagai panelis dari beberapa penggiat literasi di Sulawesi Selatan. Juga dari berbagai dukungan diantaranya Warkop 52, Keraton Kaos, PMII Rayon Adab dan Humaniora UINAM, HMI Komisariat Syariah dan Hukum Cabang Gowa Raya, Pamatte Institute, Demi Pena, Forum Silaturahmi Mahasiswa Alumni DDI Mangkoso dan Himpunan Pelajar Mahasiswa Gowa Komisariat UINAM

Kegiatan ini dihadiri oleh Andika Mappasomba (Pegiat Literasi Sulsel, Budayawan dan Seniman) dan Aidil Pananrang (Penulis Buku Esok Lusa Langit Tak Lagi Biru) selaku narasumber.

“Memajukan literasi memang butuh sebuah kerelaan berjuang tanpa pamrih, apa lagi ini adalah soal kemanusiaan, soal yang sedari awal manusia di ciptakan, ini dijadikan senjata ampuh dalam menghabiskan waktu di persimpangan dunia.” Ujar Andika Mappasomba

Begitu pula gagasan dari Aidil Pananrang yang mengungkapkan “Kita semua memahami betapa sulitnya menyatukan persepsi di tengah arus global yang semakin hari semakin millenial, kebiasaan lama itu mulai memudar misal soal menulis buku, artikel, koran, majalah, fliyer, ataupun membacanya, walaupun tidak seratus persen hilang tapi kenyataan hari ini, kita kehilangan spirit kemanusian dengan lahirnya generasi yang lebih praktis. Kita tidak sepenuhnya menyalahkan melainkan ini adalah tugas bagi orang-orang yang merawat akal sehat utk lebih memanfaatkan fasilitas ke arah yang lebih mampu utk menyentuh dan mengungkap sebuah kebenaran dan kebaikan hingga pada tujuannya kita mampu menyampaikan kesadaran-kesadaran yang baik kepada seluruh khalayak”.

Akhirnya kita sampai pada kesimpulan sederhana bahwa membaca adalah menggunakan panca indra, akal dan hati nurani sebagai dasar untuk mengerjakan apapun, agar kejujuran yang hakiki dapat terpahami dan di implementasikan secara totalitas”. Tambahnya.

Dari berbagai wacana yang lahir dari kegiatan ini adalah sebagai bukti bahwa gerakan literasi adalah gerakan kepedulian guna untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Andi Tajrin (Cua’) selaku Ketua Umum mengatakan “Kegiatan ini adalah awal dari proses Literasi Lima, guna sebagai bukti bahwa di antara hiruk pikuknya persoalan kemanusiaan, khususnya dalam dunia pendidikan generasi mudah harus menjadi garda terdepan demi membangun kecerdasan bangsa. Harapan kedepannya semoga kita semua tetap peduli, melalui gerakan literasi”.

Editor: Andi