PJU Selalu Mati, Penggunaan Lampu LED di Sinjai Diperluas

Penerangan Jalan Umum di Sinjai menggunakan Tekhnologi LED

SINJAI, Suara Jelata— Area pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) menggunakan teknologi LED semakin diperluas oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sinjai.

Pemasangan lampu LED ini sebagai upaya efisiensi atau menyiasati tingginya anggaran perawatan apabila menggunakan lampu teknologi High Pressure Sodium (HPS).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Sinjai, Ir. H. Ishak mengatakan, perawatan PJU menggunakan HPS sangat mahal.

“Mahalnya perawatan bukan karena harga jual spare part-nya mahal, akan tetapi tidak tahan lama. Maka dari itu, sering mengganti lampu, lanataran lampu HPS cepat mati dan rusak,” ujarnya.

Dia menjelaskan, apabila menggunakan lampu LED, maka tahan lama. Usia lampu LED hingga lima tahun. Kondisi ini berbeda ketika menggunakan lampu HPS yang tiap bulannya selalu ada saja lampu mati. Lantaran lampu HPS cepat rusak ketika terkena air hujan atau mudah mati bila dinyalakan dengan jangka waktu lama.

“Apalagi perusahaan produsen pembuat lampu LED ini memberikan garansi Empat tahun. Ketika ada yang rusak, maka akan diganti oleh pabrik,” katanya.

Selain itu, biaya langganan listrik lampu LED lebih murah. Lantaran daya yang dibutuhkan lebih rendah. Bila lampu HPS membutuhkan daya  250 watt, LED hanya membutuhkan 120 watt, Menurutnya

Pergantian lampu LED ini akan terus diperluas. Seluruh Kota sinjai diharapkan terpasang lampu LED. Tidak hanya itu, seluruh jalan utama yang banyak dilintasi pengendara, juga dipasang PJU LED.

“Ada ratusan titik yang kami pasang lampu LED. Sedangkan proses pemasangannya terus kami kebut,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sinjai ini.

Lebih lanjut dia menjelaskan, selain penggunaan lampu hemat listrik, PJU hemat energi 42 watt untuk jalan pedesaan.

ZHENAL