LESSBAG Dan KPU Bone Sosialisasi, Ajak Pemuda Cerdas Memilih

BONE, Suara Jelata— Lembaga Studi Sosial Budaya dan Agama (LESSBAG) bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bone adakan sosialisasi Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Bone Bagi Pemuda Tahun 2018. Senin, (11/06/2018).

Kegiatan tersebut bertempat di Desa Balle, Kec. Kahu, Kab. Bone dengan tema “yang Muda Memilih Cerdas.

Kegiatan tersebut dihadiri puluhan pemuda se-kecematan Kahu. Adapun pematerinya yakni, akademisi Syamsu Alam, S.PD.i M.PD dan ketua karang taruna Kec. Kahu Andi Fadly Lura, SE, dengan mengajak partisipasi pemuda untuk memilih cerdas.

“Kami berharap agar kelompok milenial bisa membedakan antara partisipasi politik dengan membangun jaringan sosial dan partisipasi yang mengarah pada mobilisasi akibat sentuhan uang,” tutur Andi Fadli.

Dengan demikian, ia menganggap bahwa generasi millenial yang terlibat dalam aktifitas politik, berperan strategis dalam menciptakan politik yang inklusif. Sebab, mereka tidak terlibat dalam kontestasi pemilihan, melainkan melakukan pendidikan politik ke masyarakat.

“Beberapa faktor yang turut mempengaruhi pilihan pemilih pemula adalah afilasi politik orang tua yang berpengaruh sangat kuat, begitu juga figur tokoh dan identifikasi politik yang ada di lingkungan sekitar. Hal – hal tersebut menjadi faktor yang mempengaruhi fikiran pemula muda dalam menentukan pilihannya. Sehingga dalam menentukan pilihan perlu kemandirian yang kuat, agar tidak terbawa arus.” jelas Irfan Rahim Ketua LESSBAG.

Lebih lanjut, agar pilihan yang menjadi sasaran utama rakyat untuk memiliki pemimpin yang sesuai dengan keinginan bersama yaitu ingin memiliki pemimpin yang tau akan tugasnya, bukan pemimpin yang tau akan jabatannya. Dari pengalaman tersebut, pemula muda tentunya secara tidak langsung mendapatkan pendalaman tentang kepemimpinan, sehingga pemilu juga sangat bermanfaat bagi pemula muda terutama pemilih pemula.

“Manfaat pemilu bagi pemilih pemula yang mayoritas pelajar, remaja dan mahasiswa, juga untuk mendidik dan mencerdaskan. Oleh karena itu, suara yang mereka berikan merupakan wujud kerjasama untuk mensukseskan pemilu. Karena dikalangan pemilih pemula, pendidikan politik sangat rendah.” tambahnya.

Atas dasar itu, sehingga pemilih pemula bisa menduduki posisi terpenting dalam pemilu. Kerendahan pendidikan politik tersebut tidak setara dengan jumlah pemilih pemula yang sangat banyak. Oleh sebab itu, menurutnya, partisipasi mereka terkadang dimanfaatkan sebagai sasaran buruan para calon.

Selain itu, ia juga menjelaskan hubungan pemilu dengan pemilih sangatlah erat. Karena dalam pemilu membutuhkan pemilih dan pemilih membutuhkan pemilu untuk memilih seorang pemimpin, karena Negara Indonesia menganut kedaulatan rakyat. Dalam pemilu setiap pemilih memiliki hak untuk memilih siapa yang kira–kira bisa dijadikan panutan yang bertanggung jawab.

“Karena dikalangan masyarakat khususnya dikalangan pemilih pemula. Perlakuan sesuai dengan fusngsi dan kedudukan dalam masyarakat merupakan sebuah keadilan dalam kehidupan sosial budaya. Oleh sebab itu, pemilu sangatlah penting dikalangan pemilih pemula.” kuncinya.

IRFAN