Video: Miris, Meski Mengaku Tidak Bersalah PPS di Sinjai Ini Digampar Berkali-kali

SINJAI, Suara Jelata — Sekumpulan massa pendukung salah satu kandidat pilkada Sinjai yang terlihat mencerca dan bahkan diduga melakukan penganiayaan pada seorang anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Sinjai menjadi viral di media sosial.

Diketahui PPS tersebut bernama Ridwan, dirinya merupakan warga asal Desa Patalassang Sinjai timur, dengan gaji sebesar Rp.800.000 perbulan dirinya masuk menjadi penyelengara.

Dalam video yang beredar luas, dirinya sempat memohon untuk tidak dipukul oleh massa, kendati demikian beberapa kali dirinya menutup wajahnya dengan tangan untuk menghindari tamparan massa.

Warga yang sudah tidak muda lagi ini sesekali memohon dan menyangkal jika tidak ada maksud apa-apa pada saat dirinya bersama temannya membuka kotak suara.

Dugaan pembobolan kotak suara di kecamatan Sinjai Timur, kabupaten Sinjai yang dilakukan oleh PPS Desa Patalassang yang terjadi sekitar pukul 03.00 Wita dinihari lalu, Kamis (28/6/18).

Saat dikonfirmasi via telepon, Ridwan mengaku PPK Sinjai Timur sudah meminta berita acara perhitungan yang ternyata berada di dalam peti surat suara.

“Tapi ini KPPS di TPS 3 desa Patalassang na kasi masuk semua berkas untuk PPK dan PPS di peti surat suara, salah satunya berita acara perhitungan dan ini PPK sudah meminta tapi tidak ada yang bisa diberikan kalau tidak dibuka peti suara, jadi terpaksa saya buka tapi sekalinya ada yang melihat, dan langsungka na foto,” Ungkapnya

Ridwan ditelepon oleh salah satu anggota PPK Kecamatan Sinjai Timur atas nama ANR untuk mengambil sample C1 dalam kotak suara.

“Saya bersama teman saya dari PPS Bongki Lengkese dan PPS Tongke-Tongke tapi hanya saya yang membuka peti dan langsung ada yang lihat,” Bebernya.

Ia mengaku sama sekali tidak melakukan kecurangan terhadap surat suara tersebut.

“Itu tidak benar, hanya itu kesalahannya karena kita buka peti tapi tidak ada saksi dan petugas karena tidur,” Bebernya.

Dia sempat mencari Panwas dan saksi tidak ada, dan sementara PPK juga sudah memberikan izin untuk membuka peti.

Akibat apa yang dilakukan ini, Ridwan sempat diamankan di Mapolres Sinjai untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Berikut Videonya:

Penulis: Dzar
Editor: Dika