Manuver Politik Santun dan Sikap Humanistik Prabowo Menuai Pujian

Prabowo Subianto nampak sedang memberikan makan pada seekor kucing.

OPINI, Suara Jelata— Prabowo Subianto adalah salah satu tokoh nasional yang banyak menuai perhatian masyarakat saat ini.

Bahkan hal-hal sederhana pun tentangnya kerap kali jadi sorotan publik. Sebagai seorang public figur, hal tersebut tentu amat sangat lah wajar.

Tidak perlu jauh-jauh, satu pekan terakhir sosok Prabowo Subianto kembali menyita perhatian publik. Betap tidak, tingkah seorang purnawirawan jenderal sekaliber Prabowo yang meluangkan memberi makan kucing peliharaannya ditengah aktivitasnya sedang bersantap malam bersama sejumlah koleganya, tokoh-tokoh yang hadir di kediamannya di Jalan Kertanegara pekan lalu.

Alhasil, foto Prabowo Subainto tersebut beredar di khalayak ramai dan memenuhi linimasa beranda social media, termasuk penulis.

“Menyayangi setiap makhluk yang bernyawa akan mendapatkan pahala.” (HR. Muslim).

Sikap Prabowo tersebut, mengingatkan kita pada kisah Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.

Dalam kisah lain, diriwayatkan disaat Nabi Muhammad kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi Muhammad menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali. Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan. Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).

Kian Mantap Menatap Pilpres 2019.
Satu lagi yang jadi perhatian publik adalah pertemuan Ketua Umum Gerindra ini dengan Ketua Umum PBNU, Kiai Said Aqil Siradj di di Kantor Pengurus Besar Nahdatul Ulama, kawasan Kramat Raya, Jakarta Pusat pada Senin (16/7/2018) kemarin.

Menurut informasi, Prabowo menemui Said Aqil sekitar pukul 19.00 WIB. Pertemuan dilakukan secara tertutup dan berlangsung sekitar satu jam di lantai 3 Kantor PBNU.

Prabowo Subianto yang didampingi sejumlah pimpinan partai berlambang burung Garuda tersebut. Dikabarkan membahas sejumlah hal penting soal fenomenda dan situasi nasional saat ini.

Pertemuan dua tokoh nasional sekaliber Prabowo Subianto dan pimpinan tertitnggi oragnisasai Nahdatul Ulama tersebut tentu bukan tanpa alasan, baik dari pihak Prabowo maupun dari Kiai Aqil Siradj sendiri.

Prabowo dihati masyarakat dan sejumlah pendukung fanatiknya diakui memiliki banyak kepiawaian. Ia dikenal sebagai politisi yang cerdas dan orator ulung. Sekedar informasi penulis amat mengidolakan gaya orator Ir. Soekarno. Kerinduan tersebut, banyak terobati dengan mengamati sosok Prabowo dikala berdiri di mimbar.

Perlu diketahui, Ir Soekarno selain orator ulung, Ia juga menguasai empat bahasa asing sekaligus sebagaimana dituliskan Jules Archer dalam buku The Dictators (1968). Seorang penulis terkemuka berkebangsaan Amerika Serikat yang menulis banyak buku tentang sejarah AS, peristiwa politik, dan kepribadian, termasuk The Plot untuk Merebut Gedung Putih: Kisah Nyata Mengejutkan dari Konspirasi untuk Menggulingkan Presiden Franklin Delano Roosevelt.

Kembali ke pertemuan Prabowo dengan Kiai Aqil Said, pertemuan tersebut seolah memberikan sinyal kesiapan Prabowo menatap Pilpres 2019.

Sebagai tokoh politik, Prabowo telah tampil menyejukkan. Bagaimana dirinya dengan politik santun menyambangi pimpinan tertinggi Nahdatul Ulama tersebut.

Sejak mendirikan Partai Gerindra 2008 silam, kini partai besutan eks Danjen Kopassus ini menjelma jadi partai ketiga terbesar di republik ini. Prabowo adalah Prabowo, Ia selalu memberikan kejutan dihati pendukungnya dan bersahabat dengan siapapun, baik kawan maupun lawan politik. Sosok politikus santun dan rendah hati yang dimiliki bangsa Indonesia hari ini.

Oleh: Asran Siara (Sekjend Literatur Institut)