PERAK Desak THM Ditutup, Ini Tanggapan Pemkot Makassar

MAKASSAR, Suara Jelata– Tempat hiburan malam (THM) yang berada di jalan Nusantara tidak memiliki izin operasional.

Hal ini dikemukakan Kepala bidang perizinan dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu kota Makassar, Andi Tenri Lengka, SH. M.Si.

“Iya betul kami sudah tidak mengeluarkan izin untuk THM di Makassar apalagi yang di Nusantara, yang ada itu untuk cafe dan resto, jadi kalau ada yang didapati tidak sesuai klasifikasi dan peruntukan cafe dan resto itu pelanggaran, begitu juga dengan panti pijat tidak dibenarkan untuk beroperasi,” Katanya saat dihubungi via telepon. Kamis, (26/7/2018).

Andi Engka sapaan akrab Andi Tenri Lengka, mengatakan jika yang berwenang untuk melakukan penindakan adalah dinas kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar) dan dinas perindustrian dan perdagangan kota Makassar.

“Silahkanki ke pihak Disbudpar sama Disperindag karena dia bagian penindakan dan pengawasan,” Ucapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Makassar, Syahruddin mengatakan, pihaknya tidak tahu-menahu jika ada rutinitas penjualan minuman beralkohol (minol) dan THM yang masih beroperasi.

“Kami baru tahu itu, adakah memang? nanti kami turun pantau,” Ucapnya dengan santai.

Diberitakan sebelumnya pada (23/7/18), bahwa Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Rakyat (LSM PERAK) mendesak pemerintah kota Makassar untuk menutup tempat hiburan malam (THM) Calypso di Jalan Nusantara.

Hal ini ditegaskan Ketua LSM PERAK, Adiarsa MJ setelah mengetahui adanya laporan bahwa THM diduga tidak sigap dalam memberikan rasa keamanan dan kenyamanan pada pengunjungnya.

Adiarsa mengatakan, dirinya sangat menyesal mengetahui ada THM yang tidak antisipatif mencegah perkelahian yang terjadi di THM tersebut.

Menurutnya, belum lagi masalah kenyamanan dan kesehatan, dimana pihaknya memeriksa ruangan utama yang tidak dilengkapi sirkulasi udara yang memadai.

Syarif/zhenal