Trik Jadi Pasangan Suami Istri Ala Kepala Kemenag Sinjai

Kepala Kantor Kemenag Sinjai Memberikan Materi Binwin

SINJAI, Suara Jelata— Kementerian Agama Kabupaten Sinjai melalui seksi Bimas Islam mengadakan kegiatan Bimbingan Perkawinan Pranikah bagi calon pengantin angkatan pertama tahun 2018 di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai. Jumat, (07/09/2018).

Diikuti sebanyak 29 pasang calon pengantin, salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai, H. Abd. Hafid.

Dalam pemaparan materinya, H. Hafid lebih banyak berinteraksi langsung dengan peserta dengan sistem simulasi dengan memunculkan suatu studi kasus pencarian jati diri pasangan calon pengantin.

Hal itu memberikan ruang bagi calon pengantin untuk lebih mengenal pasangannya masing-masing yang diharapkan calon pengantin bisa membangun keluarga yang mempunyai pondasi yang kokoh.

Pada kesempatan itu, H. Hafid berpesan agar nanti ketika sudah menjadi pasangan suami istri, agar senantiasa setia pada pasangannya, senantiasa menjaga keharmonisan rumah tangga dan senantiasa menjaga keutuhan didalam rumah tangga dan melakukan musyawarah apabila ada permasalahan.

“Dalam membina rumah tangga nantinya, semestinya pasangan suami istri harus bertekad menjaga komitmen yang sesungguhnya sudah dibangun, dengan cara menjaga sakral perkawinan dan dipelihara secara utuh, jangan sampai kesakralannya berkurang karena perilaku yang merusak kesucian perkawinan,” Ungkapnya.

Lanjutnya, untuk mewujudkan hal itu, salah satu upaya mewujudkan keluarga sakinah dan menghindari terjadinya perceraian, maka pasangan calon suami istri harus membekali diri dengan berbagai pemahaman pengetahuan  tentang kehidupan berumah tangga.

“Maka kegiatan bimbingan seperti kursus pranikah merupakan pembekalan yang baik dan tepat sebelum memasuki pintu perkawinan,” Katanya.

Hafid berharap, kegiatan tersebut akan menghasilkan para calon pengantin yang siap mengarungi kehidupan rumah tangga dengan berbagai rintangan yang ada karena membangun keluarga sakinah tidaklah mudah, harus dibutuhkan kesabaran yang tinggi dari pasangan suami istri.

Untuk pertama kalinya, kegiatan Bimbingan Perkawinan dilakukan dalam bentuk simulasi, dan peserta begitu antusias.

Bahkan, masing-masing peserta dibekali kertas yang telah diisi ungkapan hati calon pengantin kepada pasangannya masing-masing yang suatu saat nanti akan menjadi saksi ketika telah menjadi sepasang suami istri.

Aisyah/zhenal