Sandi Dekati Yenny Wahid, Suara Nahdiyin Tetap Untuk Jokowi

Sinta Nuriyah Wahid

JAKARTA, Suara Jelata— Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Nasdem Effendy Choirie menilai manuver Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno mendekati keluarga KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tak akan berpengaruh pada suara warga Nahdatul Ulama (NU) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Rabu, (12/09/2018).

Mantan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meyakini mayoritas Nahdiyin tetap akan mendukung Calon Presiden (Capres) Joko Widodo karena bakal wakilnya adalah KH Ma’ruf Amin yang notabene rais aam syuriah Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU).

“NU insyaallah dukung Kiai Ma’ruf ini minimal 90 persen,” Kata Gus Choi, panggilan akrabnya.

Mantan wartawan itu menuturkan, suara NU pernah terpecah saat Pilpres 2004. Saat itu ada tiga tokoh NU yang bersaing, yakni KH Hasyim Muzadi, Salahuddin Wahid (Gus Sholah) dan Jusuf Kalla (JK).

Kiai Hasyim menjadi cawapres pendamping Megawati, sedangkan Gus Sholah berduet dengan Wiranto. Adapun JK menjadi cawapres pendamping SBY.

Sedangkan saat ini kondisinya berbeda. Kubu Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno yang bukan tokoh NU.

“Sekarang kan head to head. Di sana (Prabowo – Sandi, red) tidak ada NU, di sini ada (Kiai Ma’ruf). Hasil survei kan pendukung kesini lebih banyak NU,” Katanya.

Sebelumnya, Sandi memang sowan ke Sinta Nuriyah Wahid. Mantan wakil gubernur DKI itu secara khusus meminta putri Gus Dur, Yenny Wahid agar bergabung dengan Tim Pemenangan Prabowo – Sandi.

Gus Choi menilai permintaan Sandi merupakan hal wajar. Namun, Jokowi juga melakukan pendekatan serupa kepada keluarga Gus Dur.

“Hak dia untuk mengajak. Apalagi Yenny ini suaminya aktivis Gerindra. Mantan DPR dari Gerindra. Jadi kalau Yenny diajak, kan wajar. Persoalan mau apa tidak, itu urusan Mbak Yenny,” Kuncinya.

Aisyah