Hina Kepolisian di Facebook, Pemuda Ini di “Ciduk” Polres Bone

Muhajirin Nurdin saat menandatangani P21

BONE, Suara Jelata— Pemuda di Bone Muhajrin Nurdin alias Fajrin warga Desa Tellu Boccoe, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, terpaksa berurusan Polisi atas perkataannya di Media Sosial yang mencederai nama kepolisian. Kamis, (13/09/2018).

Atas unggahannya di Media Sosial Facebook, yang mengandung penghinaan terhadap kepolisian pada Oktober 2017 dirinya terancam 1 tahun 6 bulan penjara.

Dalam akun pribadi miliknya bernama Fajrin Andi Zairah, dirinya mengatakan dalam statusnya “Taila*o mentong itu polantasnya Bone…!! Polisi miskin polisinya Bone…parah nda cukupki gajinya kasih hidupki keluarganya kasian,” tulisnya di linimasanya.

Postingan Muhajrin Nurdin di laman facebooknya

Dengan postingan tersebut, tak sedikit warganet yang berkomentar untuk mengingatkan dirinya, agar tidak membuat status berlebihan, apalagi dengan caci maki dan penghinaan.

Informasi yang dihimpun, alasan dirinya memposting kalimat itu di Facebook, karena kesal melihat berita dari salah satu media online berjudul “Parah, Oknum Polantas Di Bone Tilang Pengendara”.

Padahal, pengendara yang ditilang tersebut dipastikan melakukan pelanggaran dalam berkendara. Ia juga mengaku kesal, karena pernah terjaring razia sehingga dikenakan tilang.

Akibat status yang diunggahnya tersebut, Ia pun diciduk polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Setelah diproses dan semua berkas dinyatakan lengkap, penyidik pun menyerahkan ke Kejaksaan Negeri Watampone dan di-P21-kan.

Kasat Reskrim Polres Bone AKP Dharma Praditya Negara, saat dikonfirmasi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, tersangka dikenakan Pasal 207 KUHP dan 208 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 6 bulan.

“Tersangka dan barang bukti, telah diserahkan ke Kejaksaan, setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P21). Hal ini merupakan pembelajaran buat kita, dan kami harap masyarakat lebih cerdas dalam bermedia sosial, berhati-hati dalam mem-posting sesuatu. Apalagi menebar ujaran kebencian,” Kunci AKP Dharma, pada Kamis (13/9/2018).

Irfan/Aisyah