Dugaan Kasus Penipuan Mobil, Mandek di Polres Sinjai

Umar bin Tanpa

SINJAI, Suara Jelata— Dugaan kasus penipuan dan penggelapan kendaraan roda 4 (mobil) yang ditangani oleh Polres Sinjai dikeluhkan oleh pihak pelapor. Sabtu, (29/09/2018).

Adapun yang menjadi terlapor dalam kasus tersebut adalah AS (31) warga Sinjai Selatan dan saat ini berdomisili di Sulawesi Tenggara.

Kasus tersebut sementara dalam tahap penyidikan di Polres Sinjai, dan telah bergelut selama 1 tahun.

“Saya sedikit kecewa dengan pihak kepolisian yang menangani kasus tersebut, karena sudah berapa kali saya bolak balik ke kantor polisi menanyakan perkembangan kasus tersebut, namun tidak ada kejelasan sama sekali, laporan kami tidak diperhatikan,” kata Umar (37) sebagai pelapor.

Sementara pendamping pelapor, mengatakan saya sudah 4 kali bolak balik ke Polres Sinjai pertanyakan perkembangan kasus tersebut, namun jawabanya tetap sama yaitu sementara proses.

“Seharusnya pihak kepolisian lebih profesional dalam penanganan kasus seperti ini, jangan diabaikan apalagi sampai mandek 1 tahun lebih, ini kan menimbulkan tanda tanya besar,” Tegas Muhammad Sabir.

Pada bulan Juli 2016 silam Umar (pelapor) membeli 1 unit mobil Avansa dari AS (Terlapor) dengan Harga 95 juta.

Berselang satu tahun kemudian, mobil tersebut akan diperpanjang STNK dan ternyata tidak terdaftar di Samsat.

Umar kemudian menelfon AS kemudian datang menjemput mobil beserta dengan suratnya.

Mobil tersebut dibawa ke Kendari oleh AS dan atas jaminan BPKB Mobil Brio yang diserahkan kepada Umar, hingga kemudian kehilangan koneksi.

Pada Rabu, 19 Juli 2018, Umar melaporkan ke Polres Sinjai, dengan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Namun satu tahun berlalu, kasus tersebut tidak ada kejelasan terkait proses penangan kasus dikepolisian.

Aisyah