BPJS Sinjai Polemik, SEMMI ‘Semprot’ Dinsos

Ilham Hs (Mengenakan Baju Coklat) bersama ketua DPP Semmi

SINJAI, Suara Jelata—  Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kabupaten Sinjai menganggap Dinas Sosial Sinjai terlalu kaku menangani warga yang kurang mampu. Rabu, (3/10/2018).

Hal itu disampaikan oleh Ketua Semmi Sinjai Ilham HS dengan adanya keluhan warga terkait pelayanan Dinas Sosial bagi warga yang ingin mengurus rekomendasi PBI BPJS Kesehatan.

Ilham yang juga wakil ketua DPP Semmi ini menganggap bahwa surat keterangan tidak mampu dari Kepala Desa terhadap warga kurang mampu tidak ada gunanya.

“Dinas Sosial Sinjai terlalu kaku menangani persoalan BPJS karena mengabaikan surat keterangan kurang mampu dari Kepala Desa, jadi ada kesan abaikan surat dari kepala desa” Katanya.

Ilham mengatakan, seharusnya Dinas Sosial tidak mesti lagi menunggu warga untuk sakit terlebih dahulu untuk diterbitkan surat rekomendasinya ke BPJS.

Diberitakan sebelumnya, salah seorang warga mengeluhkan tentang iuran yang mesti dibayarkan setiap bulannya.

Padahal dirinya yang merupakan dalam kategori tidak mampu, namun tetap membayar iuran setiap bulannya.

Alhasil, tunggakan iuran yang dia bayar sejumlah Rp. 1.071.000 dirasakan memberatkan.

Longi, warga Desa Bongki Lengkese, Kecamatan Sinjai Timur mengaku memiliki BPJS mandiri kelas III namun karna dirasakan berat membayar iuran maka berniat akan mengalihkan ke PBI BPJS yang dibayarkan pemda Sinjai.

Namun setelah dirinya mengambil surat keterangan tidak mampu dari kepala Desa, tetapi tetap saja tidak ada solusi.

zhenal