Kaget Keponakan Diancam Ditembak, Warga Sinjai Selatan Pasrah Ditipu Jutaan

Abdul Latif Dikediamannya

SINJAI, Suara Jelata–-Naas menimpa Abdul Latif (43) warga Lingkungan Caile, Kelurahan Sangiasseri Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai.

Dirinya terpaksa harus merelakan uangnya sebanyak 3,5 juta akibat di telfon oleh seorang yang mengatasnamakan petugas dari kepolisian.

Pada saat di temui di rumahnya Abdul Latif mengungkapkan kronologis yang menimpah dirinya.

Saat itu tiba-tiba korban mendapatkan telfon dari nomor yang tidak diketahui.

Penelfon tersebut mengatas namakan dirinya petugas dari kepolisian.

Pada pukul 14:00 Wita mengabarkan bahwa keponakannya atas nama Hendra sedang dalam penanganan kepolisian karena tertangkap membawa Narkoba.

” Awalnya itu orang menelpon bahwa Hendra keponakan saya tertangkap polisi karena kedapatan membawa narkoba, karna panik saya tidak sempat menanyakan identitas yang mengaku polisi itu, ” Katanya sedih.

Kemudian penelpon meminta dikirimkan uang ke rekeningnya agar urusannya dihentikan.

Hendra akan dilepaskan kalau tidak hendra diancam ditembak mati dan urusannya akan dilimpahkan ke Polda.

Dia pun beranjak dari Sinjai Tengah menuju rumahnya di Sinjai Selatan, sesampainya di rumahnya.

Dia yang panik meminta istrinya meminjam uang agar keponakannya tidak di tembak mati karena ketika uang tersebut belum di transfer sampai pukul 16:00 Wita.

Kemudian istrinya yang juga panik ke tetanganya meminjam uang untuk diberikan kepada polisi agar keponakannya di lepaskan.

“Setelah saya mendapatkan uang maka saya pergi BRI Sinjai Selatan tapi saat itu BRI sudah tutup jadi saya singah di salah satu Agen BRI link disitu saya transfer uangnya namun orang itu kembali menelfon agar uang tersebut ditambahė dua juta rupiah,” bebernya.

Namun istrinya curiga jangan-jangan ditipu dan saat itu pula keponakannya juga datang ditempat itu.

Ini pembelajaran menurutnya,agar warga yang lain untuk tidak langsung percaya dengan adanya penelpon yang tidak diketahui dari mana asalnya.

TAKDIR