Puluhan Petak Sawah Kering, Sejumlah Petani di Tombolo Pao Gowa Gagal Panen

Agus,  petani Tombolo pao Gowa

GOWA, Suara Jelata— Petani padi di sejumlah Desa Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan gagal panen setelah sawah mereka dilanda kekeringan panjang sejak 2 bulan terakhir. Kamis, (11/10/2018).

Kondisi tersebut menimpa para petani di Dusun Suka, Desa Tabbinjai, Kecamatan Tombolo Pao.

Puluhan petak sawah tampak mengering, bahkan tanah tampak retak.

Akibat kekeringan, membuat para petani setempat rugi besar dan kerugian mencapai jutaan rupiah disebabkan tanaman padi mengering dan puso.

Menurut Agus, salah satu petani cuaca yang sangat ekstrim membuat tanaman padi mengering.

Dampaknya, hasil panen merosot drastis hingga 95% dibanding kondisi normal.

“Jika saat kondisi normal, sawah kami mampu menghasilkan 30 karung gabah sekali panen. Namun, akibat kekeringan hasil panen merosot 2 sampai 4 karung gabah saja tiap panen, dan itupun dengan kualitas yang rendah,” Kata Agus.

Sementara itu, Sapri, petani lainnya mengatakan bahwa kerugian petani bukan hanya pada sektor hasil.

Namun juga pada biaya yang dikeluarkan pada masa cocok tanam. Seperti pengolahan lahan, persemaian benih, hingga tenaga keperawatan dan pemupukan.

“Berbicara kerugian, kerugian kami sebagai petani padi amatlah besar. Mulai dari rugi pengolahan lahan, persemaian benih, tenaga keperawatan dan pemupukan. Namun untuk meminimalisir hal itu, saya menjual padi mati kepada warga sebesar Rp. 20.000 per karung. Ya hitung-hitung biaya pa’dompeng bisa pulang,” Jelasnya.

Para petani hanya bisa berharap, agar pemerintah desa peka akan musibah kekeringan yang melanda dengan memberikan bantuan untuk meningkatkan air irigasi atau embung.

Aisyah