GNPK-RI Takalar Minta KPK Usut Dugaan Korupsi Alkes Bulukumba

Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Kepulauan Selayar meminta bantuan kerjasama aparat penyidik KPK. Senin, (29/10/2018).

SELAYAR, Suara Jelata–Hal itu untuk mengambil alih penanganan dugaan kasus tindak pidana korupsi dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Kabupaten Bulukumba.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga diminta untuk mengungkap rangkaian kasus korupsi lain di kota Butta Panrita Lopi yang tidak jelas penanganannya.

Hal itu ini disampaikan oleh Pimpinan Daerah GNPK-RI Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Fadly Syarif.

Terkait menyusul munculnya pernyataan keprihatinan salah seorang warga masyarakat Bulukumba melalui cuitannya di akun media sosial Facebook.

Bau Arli Arianti Jasman melalui akun Facebooknya mempertanyakan penanganan dugaan kasus tipikor dalam kegiatan pengadaan alkes di Kabupaten Bulukumba.

Fadly menyebut beberapa dugaan kasus tipikor lain yang sempat mengundang tanda tanya masyarakat dan elemen akademisi, salah satunya dari perhimpunan Pergerakan mahasiswa (PPM Sulsel) terkait indikasi suap proyek irigasi DAK senilai 49 M.

Perhimpunan mahasiswa (PPM Sulsel) mendesak Kejati Sulsel untuk memanggil bupati dan ASN yang terlibat dalam pengurusan proyek terindikasi suap itu.

“Bantuan kerjasama penyidikan juga dititipkan kepada KPK untuk segera menuntaskan penanganan dugaan kasus tindak pidana korupsi pada kegiatan proyek pembangunan jembatan bialo tahap pertama,” Kata Fadly.

REDAKSI