Sattu Warga Sinjai Borong Yang Sedih, Alat Musik Tradisional Membawanya Ke Jakarta

Sattu, saat memainkan alat musik Gambus miliknya. Dia sedih anak muda sekarang lebih suka main game android dari pada alat musik tradisional warisan nenek moyang.

SINJAI, Suara Jelata—Di zaman modern ini identik dengan serba instan, hal itu pun terjadi pada musik, yang nyaris serba digital. Namun lain halnya di Sinjai Borong.

Pemain musik tradisional di Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan ini masih tetap mempertahankan kebiasaannya sebagai aset tak ternilai.

Sattu (50) nama panggilannya, asal Dusun Balang, Desa Barambang, Kecamatan Sinjai Borong.

Pria beranak empat ini masih sering keluar daerah untuk tampil memainkan alat-alat musik tradisional seperti kecapi, seruling, gendang, gambus, serta alat musik tradisional lainnya.

Namun belakangan, pria berumur 60 tahun ini mengaku lebih senang memainkan gambus bila tampil di acara-acara tertentu, seperti festival atau pesta pernikahan.

Dimana ia biasa tampil bersama 5 orang lain temannya, yakni,  Rappe (80), Sanneni (80), Cakka (60), Nurdin(60), Masruhing (40).

“Terakhir bulan lalu, saya tampil di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dalam acara pesta perkawinan” jelasnya. Rabu (31/10/18).

Sattu mengaku, alat musik tradisional telah membawanya pergi jauh hingga ke Jakarta beberapa tahun lalu untuk tampil mewakili Sulawesi Selatan sebagai pemain musik tradisional.

Sampai saat ini, ia masih aktif memainkan musik tradisional, serta mengaku mengajari beberapa orang anak-anak, untuk meneruskan bakatnya.

“Kalau bukan kita siapa lagi, karena saya liat anak muda tidak terlalu tertarik dengan alat musik tradisional, ” tambahnya.

Sattu saat ini sedih dan berharap, semoga kedepannya generasi muda bisa lebih peduli dengan alat musik tradisional, jangan sampai hilang kalau tidak dipertahankan.

” Ini warisan pendahulu kita, kita mesti lestarikan dan menjaganya dengan cara mempelajarinya, “Kuncinya.

BURHAN SJ