Andi Aswan Kadir, Caleg Dapil 4 Sinjai Yang Matang Bertarung

Andi Aswan Kadir

SINJAI, Suara Jelata– Pemilihan calon anggota legislatif (Pileg) dan pemilihan Presiden (Pilpres) akan dilaksanakan pada pertengahan bulan April 2019 mendatang.

Tahapan pelaksanaannya kini telah berjalan, khusus pemilihan legislatif setelah penetapan daftar calon tetap kini masuk pada tahap sosialisasi.

Para caleg memanfaatkan waktu yang tersisah untuk bergerak turun ke daerah pemilihannya masing-masing demi meraih simpati para pemilih dengan metode dan cara masing-masing.

Salah seorang Caleg DPRD  kabupaten Sinjai dari Partai Demokrat nomor urut 6 akan bertarung di Dapil 4 Sinjai (Sinjai Tengah dan Sinjai barat) yakni Andi Aswan Kadir.

Aswan mengaku memutuskan untuk bertarung pada kontestasi Pileg ini telah melalui kajian dan pemikiran  yang matang serta mendengar beberapa pertimbangan.

Keluarga, sahabat, rekan dan kerabat yang meminta dan mendorongnya untuk berkiprah di Legislatif melalui jalur Partai Demokrat.

Menurutnya ini adalah pilihan yang sulit karna pandangannya bahwa sebagai kader partai tentu harus paham tentang ideologi dan platform partai.

Disamping itu, kata dia, tugas dan tanggung jawab seorang kader partai yang duduk dilegislatif tidaklah mudah.

Pasalnya paratai politik memiliki fungsi penyerap menghimpun dan menyalurkan aspirasi rakyat melalui fraksi di DPRD dalam menetapkan kebijakan dan peraturan daerah.

Sebab menurut dia, kebijakan dan peraturan daerah yang baik adalah mengandung nilai nilai sosiologi dan filosofis sehingga penerapannya mudah dalam masyarakat karena peraturan itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Terkait dengan dukungan dan  peluang merebut simpati pemilik suara, Andi Aswan Kadir tidak sesumbar dan menepuk dada.

“Sudah menjadi pameo (semboyan) di kalangan para caleg bahwa Dapil 4 Sinjai adalah dapil neraka pasalnya kursi yang diperebutkan hanya 6 dan hampir seratusan caleg dari seluruh Parati peserta pileg yg masing masing memiliki peluang dan kesempatan yang sama,” Katanya.

Sehingga dia melihat faktor kedekatan kekeluargaan dan pertemanan sangat menentukan.

“Alhamdulillah saya yang lahir dan besar di Manimpahoi Sinjai tengah merasa terbuka ruang  untuk ikut berkompetisi dalam pileg kali ini,” Ucapnya.

Putra dari Andi Abdul Kadir yang merupakan mantan Kepala Desa kompang 5 tahun dan kepala Desa Kanrung selama 18 tahun mengatakan faktor orang tua bukan penentu namun itu membuatnya tidak terlalu sulit bersosialisasi ke warga.

“Terkait dengan siapa yang mendapat mandat dari masyarakat harus diakui dan diterima bahwa itulah pilihan yang terbaik,” Bebernya.

Dia menyampaikan bahwa Caleg Partai Demokrat memiliki  pemahaman dan persepsi yang sama.

“Atas pandangan itu sehingga komunikasi dan silaturahmi terhadap sesama Caleg dalam paratai selama ini tetap terjaga dan tidak boleh cedera karena yang dikedepankan adalah perinsip membesarkan Partai,” Jelasnya.

Kepartaian itu yang terpenting kata dia, sehingga persoalan siapa yang duduk itu adalah rezki dan garis tangan yang telah menjadi ketentuan Tuhan yang maha Esa yang tidak akan tertukar.

zhenal