Front Solidaritas Tolak Penggusuran PKL Gelar Panggung Bebas Ekspresi

Panggung bebas ekspresi

MAKASSAR, Suara Jelata— Sejumlah organisasi yang tergabung dalam front Solidaritas Tolak Penggusuran Pedagan Kaki Lima (PKL) menggelar kegiatan panggung bebas ekspresi sebagai bentuk perlawanan dan penolakan ancaman penggusuran PKL, Sabtu, (03/11/2018) malam.

Panggung bebas ekspresi berlangsung di Posko PKL Menolak Tergusur Jl. A. Pettarani, Depan UNM Phinisi. Makassar.

Selain panggung, mimbar bebas ekspresi, mereka juga menggelar kegiatan lapak baca dan bagi-bagi selebaran.

Berdasarkan pantauan media, nampak ratusan mahasiswa, pemuda serta PKL hadir meramaikan panggung bebas ekspresi yang dihibur dengan lagu-lagu perlawanan, baca puisi, orasi serta testimoni.

Humas Front, Novri, menuturkan, Panggung bebas ini dimaksudkan sebagai bentuk galang solidaritas yang lebih banyak untuk tolak penggusuran PKL.

“Ada beberapa tuntutan, yakni tolak rencana penggusuran PKL, Hentikan segala bentuk tindakan perampasan ruang hidup dan mengutuk keras tindakan rektor UNM yang mengeluarkan surat penyampaian (SP I), SP II, yang diluar wewenangnya serta surat permohonan kepada Wali Kota Makassar untuk menertibkan PKL,” Tuturnya.

Turut tegabung, LBH Makassar, KPA, Sulsel, STIGMA, Walhi Sulsel, Fosis UMI, BEM, UNM, FMN Makassar, Komunal, DEMA UIN, Bara-Barayya SQUAD, LAW UNHAS.

Juga PMII, Rayon FAI UMI, UKPM UH, BEM FIS UNM, SMI, FMK Makassar, Formakar, Pembaru Sulsel, Srikandi, LAW, FPPI, Lesbumi, STIE Amkop dan PEMBEBASAN Makassar.

Irfan/Aisyah