Kades Passimarannu Jadi Tersangka, PMD Sinjai Proses Pemberhentian

Kepala Desa Pasimarannu, Andi Fajar (Foto/AF)

SINJAI, Suara Jelata–  Dinas Pemerintahan Desa (Pemdes), Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, sementara ini sedang memeroses pemberhentian Kepala Desa Passimarannu, Kecamatan Sinjai Timur, Andi Fajar.

Proses pemberhentian kepala desa tersebut dilakukan karena Polisi sudah menjadikan tersangka akibat dugaan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa Tahun 2016 lalu sebesar Rp 500 juta lebih.

“Saat ini kami sudah proses pemberhentiannya karena sudah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi dana desa tahun 2016 lalu,” kata Sekretaris Pemerintahan Desa Dinas Pemerintahan Desa Sinjai, Halik, Senin (5/11/2018).

Menurutnya, mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No 43 Tahun 2014 dan Perubahan PP Nomor 47 Tahun 2014. Dalam aturan tersebut seorang dapat diberhentikan jika sudah ditetapkan tersangka.

Dijelaskan bahwa Andi Fajar dijadikan tersangka karena diduga kuat menyalahgunakan anggaran dana desa pada pembangunan fisik berupa pembuatan tanggul dan pembuatan jalan desa, sehingga dianggap merugikan negara karena melaporkan pekerjaan 100 persen selesai, namun kenyataannya tidak rampung.

Halik menyampaikan bahwa hal itu dilakukan oleh Andi Fajar pada tahun 2016 dan baru terungkap pada awal tahun 2017 lalu. Dan oleh polisi baru memerosesnya pertengahan tahun 2017 lalu.

“Andi Fajar belum diperoses pemberhentiannya sejak ditetapkan sebagai tersangka pada pertengahan tahun 2018 lalu, karena pemerintahan di Sinjai sedang memasuki masa transisi karena berlangsung Pilkada. Dan saat ini pemerintahan di Sinjai sudah ada yakni dijabat oleh Andi Seto Gadhista Asapa sebagai Bupati Sinjai,” jelasnya.

Selain diproses hukum, ADD Desa Passimarannu juga tidak dicairkan oleh pemerintah karena Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Passimarannu menolak untuk menyetujui APBDes desa tahun 2017 karena sedang berproses hukum. “Sedang syarat untuk dicairkan dana desa tersebut maka penggunaan ADD sebelumnya harus ditandatangani,” kunci Halik.

Sementara Tipikor Polres Sinjai mengaku sudah melimpahkan berkas kasus dugaan penyalahgunaan dana desa ke Kejaksaan Negeri.

Mutaafif/zhenal