Cabai di Pasar Sentral Sinjai Menumpuk, Pedagang Mengaku Sering Rugi

Kondisi Penjual Cabai di Pasar Sentral Sinjai

SINJAI, Suara Jelata— Bahan-bahan dapur seperti cabai, bawang, dan rempah lainnya memang tidak bisa terlepas dari dapur setiap rumah tangga, serta telah menjadi kebutuhan yang harus terpenuhi.

Seyogianya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, maka pasar adalah sarana utama sebagai penyedia bahan dapur tersebut.

Seperti yang ada di Pasar Sentral Sinjai, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai. Sabtu, (11/8/2018).

Baca Juga:  Aksi Kamisan, Mahasiswa Sinjai Suarakan Kekerasan Akademik

Pantauan media menemui harga cabai kini meningkat seiring dengan naiknya bahan pokok lainnya seperti, beras dan daging.

“Cabai yang dijual, diperoleh dari petani di Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Dengan kisaran harga Rp.10 ribu perkilogram, kemudian dijual di Pasar Sentral Sinjai dengan harga Rp.15 ribu hingga Rp.17 ribu rupiah” kata salah seorang pedagang, Cima.

Baca Juga:  LLDIKTI IX Sulawesi Sosialisasi Serdos 2019

Menurutnya, harga yang tidak menentu, mengakibatkan persedian barang menumpuk, serta tidak banyak laku dan kadang mengakibatkan kerugian.

“Mulai dari bulan Mei hingga Agustus, di perkirakan kerugian mencapai Rp.100 ribu hingga Rp. 1 juta perbulan” imbuhnya.

Cima melanjutkan, tidak besar harapan kami selain perhatian dari pemerintah untuk membenahi harga pangan yang tidak menentu.

Tim Suara Jelata / Burhan