Ketulusan Halipa, 18 Tahun Mengajar dengan Gaji Tak Seberapa

Halipa, guru kelas jauh SD Inpres 5/8 Bonto Jai
  • Whatsapp
Halipa, guru kelas jauh SD Inpres 5/8 Bonto Jai

BONE, Suara Jelata— Kisah seorang Guru yang yang tulus, tak kenal putus asa, rela mengabdikan dirinya selama puluhan tahun mengajar puluhan siswa di Kelas Jauh SD Inpres 5/8 Bontojai, Kabupaten Bone. Rabu, (19/09/2018).

Adalah Halipa atau biasa dijuluki cahaya Bahon Langi (60) hanya seorang diri mengajar di salah satu Sekolah terpencil di Bone, tepatnya di Dusun Bahon Langi, Desa Bonto Jai Kecamatan Bonto Cani, Kabupaten Bone.

Baca Juga

Hal itu diungkapkan Halipa saat di temui media di tempatnya mengajar.

Ia mengatakan bahwa Ia mengajar di SD Inpres 5/8 Bontojai kurang lebih sudah 18 tahun.

“Saya mengajar sendiri, dan alhamdulillah sudah menamatkan kurang lebih seratus siswa. Saat ini saya mengajar 30 siswa SD dan 4 siswa SMP,” Katanya.

Selama Ia mengajar, baru 4 tahun menerima gaji 300 ribu per triwulan. Itupun tak menetu dan sebelumya hanya menerima 50 ribu perbulan, jika ada.

“Meski kehidupanku tergolong ekonomi susah tapi bagiku gaji bukan hal yang pokok, melainkan hanya ketulusan mengabdi untuk melihat anak-anak di kampung juga bisa merasakan yang namanya pendidikan dan bisa memiliki pengetahuan dan menjadi cerdas,” Jelasnya.

Guru yang hanya tamatan Madrasah Tsanawiyah itu, rela mengabdi meski hanya menjadi tenaga pengajar sukarela.

“Saya mengabdi disini hanya semata-mata ingin melihat anak-anak disini juga bepengetahuan, minimal bisa membaca menghitung, mengaji dan berbahasa Indonesia,” Ungkapnya.

Ia juga mengaku, kalau musim penen padi terkadang kurang lebih satu bulan siswa tidak pernah belajar dan masuk sekolah, karena waktu seperti itu kesibukan warga disini untuk memanen hasil tani, begitupun dirinya.

“Terkadang jika musim panen, saya merasa bersalah, waktu tidak cukup untuk memberi pelajaran pada siswa saya, tapi mau diapa karena harus juga turun ke sawah karena tidak ada yang panen padi, karena saya hanya memiliki satu anak, tapi tinggal diluar daerah,” Tuturnya.

Meski begitu, Halipa tidak pernah merasa lelah untuk mengajar, melainkan semangatnya terus bergelora untuk mencerdaskan kehidupan bangsa khusunya di kampungnya.

“Karena tujuanku hanya ingin melihat anak-anak disini bisa cerdas, berpendidikan, dan mampu merubah nasib dan menjadi agen perubahan untuk masyarakat disini,” Ungkapnya.

Kondisi Sekolahnya pun serba kekurangan dan masih menggunakan kapur dalam menulis di papan tulis.

Tapi kata Halipa, saat ini Ia sudah dibantu satu orang alumni SD Inpres 5/8 Bonto Jai, yang sudah tamat SMA

“Saya ajak dia ikut membatu saya mengajar disini dan sekarang 2 minggu mengajar,” Katanya.

Halipa berharap, agar ada guru yang profesional bisa membantunya mengajar, agar siswa bisa mendapat pengetahuan sederajat sekolah SD lainnya dan juga mampu bersaing diluar sana.

Irfan/Aisyah

Loading...
loading...
  • Whatsapp

Berita Lainnya