Sawah Kering Memprihatinkan, Petani Biji Nangka Tetap Optimis

Kondisi sawah yang kering

SINJAI, Suara Jelata— Tanaman padi merupakan tanaman semusim yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di berbagai daerah di Kabupaten Sinjai. Rabu, (03/10/2018).

Selain makan pokok, juga sering dijual oleh beberapa petani untuk melengkapi kebutuhnya lainnya.

Demikian halnya di Desa Biji Nangka, Dusun Bungae, Sinjai Borong.

Warga memprediksi musim ini mengalami penurunan hasil dibandingkan tahun lalu.

“Sekitar 1 hektar lebih, hampir tidak terkena air sehingga pertumbuhanya tidak maksimal,” Ungkap Irwan, salah satu pemuda Dusun Bungae.

Ia pun menjelaskan bahwa dengan kondisi padi yang kerdil, terserang hama penggerek merupakan gambaran nyata terjadinya penurunan dari segi hasil.

Juga disebabkan karena hujan yang jarang turun, cuaca panas, air dengan mudah terserap oleh cahaya matahari, membuat sawah petani mengalami kekeringan.

Begitupun dengan pembagian air oleh petani tidak merata menjadikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi warga sekitar 1 hektar terhambat.

Hal senada disampaikan oleh salah satu petani, Rusdi, bahwa adanya serangan hama penggerek yang sudah kebal dengan pestisida menyebabkan hama terus merambat dan sulit untuk dikendalikan.

“Cuacae to mappakuro kapan, nasaba makkuling-kulinni kukompa nadena elo tassala hamae, menurungi eddi alanna galunge (Mungkin memang cuacanya yang seperti itu, karena sudah berkali-kali saya kompa tapi hamanya tidak hilang, hasil panen di sawah ini menurun),” Jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun pertumbuhan dan perkembangan tidak maksimal tetap saja dipelihara guna untuk memenuhi kebutuhan dan juga untuk ditanam pada musim selanjutnya

Mg Syakir/Aisyah