Wakil Bupati Sinjai Resmikan Rumah Dataku Kampung KB

Saat peresmian Rumah Dataku kampung KB oleh Wabup Sinjai

SINJAI, Suara Jelata— Wakil Bupati Sinjai, Andi Kartini Ottong meresmikan Rumah Dataku Kampung KB di Dusun Bongki-Bongki, Desa Bonto Sinala, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sualwesi Selatan. Sabtu, (06/10/2018).

Hadir dalam peresmian ini, Wakil Bupati Sinjai, Andi Kartini Ottong, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan KB Mas Ati, Kadis Lingkungan Hidup Arifuddin, Ketua Komisi III dan Anggota DPRD Sinjai.

Juga hadir, Kepala Dinas Pertanian, Kabag Humas Setdakab Sinjai Muh. Sabir Syur, Camat Sinjai Borong, Kepala Desa Bonto Sinala beserta Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan masyarakat Desa Bonto Sinala.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Bonto Sinala mengucapkan terima kasih dan rasa syukur kepada Allah SWT. karena wakil Bupati dapat menyempatkan diri untuk dapat meresmikan Rumah Dataku yang terletak di Dusun Bongki Bongki.

Selain itu, acara ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan Forum Anak.

Sementara, Wakil Bupati Sinjai dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan rasa syukur atas kesehatan dan kekuatan sehingga ini semua dapat terlaksana dengan baik.

“Karena pembentukan kampung KB merupakan salah satu Inovasi strategis dalam program kependudukan dan pembangunan keluarga secara utuh, dan ini merupakan program pembangunan lainnya seperti Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dan Sosial Budaya,” Jelasnya.

Olehnya itu, Wakil Bupati Sinjai menegaskan agar ada partisipasi dari berbagai perangkat daerah termasuk pelayanan KB yang dapat dirasakan masyarakat secara umum.

Sejalan dengan hal tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Periode 2018-2023 telah memprogramkan di masa pemerintahannya ini dengan mengawal program 100 hari dan khususnya di sektor Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, menghadirkan Mou Kampanye STOP Perkawinan Usia Anak.

Salanjutnya, terkait Forum Anak memiliki dasar hukum yakni Hukum Nasional undang-undang perlindungan anak No. 35 Tahun 2014 secara hukum lokal, yakni adat dan budaya.

Ini merupakan suatu hal yang fundamental dalam proses pembangunan sumber daya manusia dan pembangunan Infrastruktur.

“Ini sangat sejalan dengan Visi kami Bupati dan Wakil Bupati, yaitu terwujudnya masyarakat Sinjai yang mandiri, berkeafilan, dan religius melalui peningkatan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” Kuncinya.

Wakil Bupati Sinjai juga menghimbau pada masyarakat untuk ber-KB dua anak cukup bahagia, sejahtera dan berkualitas.

Aisyah