Cerita Mahasiswa Sinjai di Palu, Saat Gempa Sementara Ikuti LK I HMI

Mahasiswa Asal Sinjai Korban Gempa di Palu, Rahmat Hidayat

SINJAI, Suara Jelata–  Gempa dan tsunami Palu 7,4 SR yang terjadi Jumat lalu (28/9/2018) menyisakan duka mendalam tak hanya bagi warga Sulawesi Tengah, namun juga bagi bangsa Indonesia.

Kota Palu, Donggala, Sigi luluh lantak diterjang gempa dan tsunami setinggi 3 meter.

Ribuan orang meninggal dunia dan puluhan ribu mengungsi karena kehilangan tempat tinggalnya.

Bahkan ratusan orang masih tertimbun tidak diketahui keberadaannya.

Seorang Mahasiswa Sinjai yang menuntut ilmu di kota Palu menceritakan pengalamannya kepada Suarajelata saat terjadinya gempa dan tsunami itu.

Dia adalah Rahmat Hidayat (20) Mahasiswa semester I fakultas Kehutanan Universitas Tadulako Palu, dan tinggal di Asrama Mahasiswa Sinjai di Palu.

Saat Gempa terjadi, pemuda asal Bikeru, Sinjai Selatan ini tengah mengikuti kegiatan pengkaderan LK I HMI Komisariat Kehutanan tempat dia kuliah.

Sementara asik mendapatkan materi di Gedung Disporda, bangunan tiba tiba bergoyang dengan sangat keras.

Teman temannya kemudian berhamburan, sekitar pukul 14.00 sampai 16.00, gempa terjadi susul menyusul.

Dia bercerita, saat itu dalam kondisi panik dia mencoba tenang dan sempat melihat tsunami datang mengulung.

” Tanah yang bergetar sangat kencang, saya mendengar orang meminta tolong dan melihat kendaraan berjejer ditingalkan pemiliknya naik ke Gunung. Sementara tsunami datang dengan begitu cepat, “Katanya.

Dia melihat jalanan sudah dipadati kendaraan dan orang-orang yang berlarian. Sudah banyak puing-puing pagar dan bangunan runtuh.

Setelah itu, dirinya kemudian bersama teman temanya ke tempat pengunsian. Sambil menunggu bantuan datang, dirinya hanya makan ala kadarnya saja.

“Alhamdulillah masih diberikan umur panjang, saya bersyukur gedung yang kami tempati saat itu tidak rubuh. Dua hari ditempat pengungsian saya dan teman teman dari Sinjai yang juga kuliah disini memutuskan untuk pulang ke Sinjai (keluarga), “Terangnya.

Dia berharap kondisi Kota Palu akan secepatnya membaik, setelah gempa terjadi dirinya tetap akan kembali untuk melanjutkan kuliah.

Mutaafif/zhenal