Barang Elektronik Rusak Belum Diperbaiki, PLN Sinjai Di Ultimatum

Arifin mengaku pihak PBB telah melaporkan hal ini beberapa waktu yang lalu dan diterima oleh penanggung jawab teknis PLN.

SINJAI, Suara Jelata — Pengurus DPC Partai Bulan Bintang Sinjai, Muhammad Arifin HKS merasa dirugikan oleh kelalaian PLN Sinjai yang mengakibatkan kerugian barang elektronik serta perlatan lainnya yang rusak akibat tegangan tinggi.

Dia mengatakan bahwa kantor PBB di jalan Bhayangkara Sinjai Utara terdapat beberapa kerugian yang diakibatkan oleh tegangan listrik, diantaranya laptop, print, lampu, wifi, serta perlatan lainnya.

“Saya selaku wakil Ketua PBB merasa dirugikan oleh kelalaian pihak PLN ranting Sinjai. Saya merasa pihak PLN Sinjai hanya memberikan janji-janji bohong semata bahwa akan diadakan perbaikan secepatnya,” Kata Arfin.

Arifin mengaku pihak PBB telah melaporkan hal ini beberapa waktu yang lalu dan diterima oleh penanggung jawab teknis PLN.

Baca Juga:  Pasar di Belopa Sepi Gara Gara Retribusi Parkir, Begini Instruksi Wabup Luwu

Namun sampai hari ini pihak PLN belum memperbaiki atau mengganti kerusakan tersebut.

Olehnya itu dia memberi ultimatum kepada PLN ranting Sinjai dalam waktu 1×24 jam akan melaporkan kepada BPSK Kab. Sinjai.

Senada dengan itu, ketua Yayasan Peduli Bangsa (YPB) Sinjai, Awaluddin Adil mengaku siap mendampingi kasus tersebut sampai kepada BPSK dengan alasan kerugian masyarakat atas kelalaian pihak PLN.

Awaluddin mengatakan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 29 ayat (1) huruf c UU Ketenagalistrikan.

” Pasal itu menentukan konsumen berhak mendapat ganti rugi apabila terjadi kerusakan yang diakibatkan kesalahan dan/atau kelalaian pengoperasian oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik seuai syarat yang diatur dalam perjanjian jual beli tenaga listrik, ” Terangnya.

Baca Juga:  LLDIKTI IX Sulawesi Sosialisasi Serdos 2019

Baca:https://suarajelata.com/2018/09/24/pln-sinjai-minta-warga-laporkan-kerusakan-akibat-tegangan-tinggi/

Menanggapi hal itu, Kepala PLN Sinjai, Andika mengatakan bahwa yang telah melaporkan kerusakan barang elektroniknya telah diperbaiki semua, sementara jika ada yang belum diperbaiki berarti belum ada laporan masuk.

“Kalau ada yang belum berarti telat infonya, karena yang mengadu ke kami itu sudah kami lakukan perbaikan sudah selesai, artinya kalau tidak masuk ke saya dalam 1 atau 2 hari kemarin, berarti itu sudah telat sekali sebenarnya. Kalau belum ya nanti saya kroscek ulang lagi,” Ucapnya.

Dia mengatakan bahwa pihaknya bergerak cepat menangani pasca kejadian tersebut karena dia mengaku saat itu punya banyak pekerjaan.

ZAENAL