Pelayanan Puskesmas Mannanti Sinjai ‘Buruk’, Pemerhati: Dokter Mesti Standbay

Puskesmas Mannanti

SINJAI, Suara Jelata– Pemerhati Kesehatan di Sinjai, Andi Pipit Sukmawati Asapa menilai Puskesmas Mannati, Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan sebagai Puskesmas yang Unik. Sabtu, (13/10/2018).

Pipit mengaku, sejak dirinya berada di Sinjai, selalu saja ada “suara” komplain dari masyarakat mengenai pelayanan Puskesmas ini, baik yang disuarakan maupun tidak disuarakan.

“Mengenai kesehatan ada aturan vertikal yang mengatur bukan semata regulasi dari dinas kesehatan, namun secara sistem memang masih banyak yang perlu dibenahi,” Katanya.

Andi Pipit Asapa mengatakan, kalau merujuk pasien memang wewenang dokter.

Menurutnya yang perlu dianalisa adalah mengapa dokter tidak standby dan apa regulasinya (SOP) jika dokter tidak ada di tempat, sementara ada pasien butuh dirujuk.

“Dalam aturan medis perawat memiliki wewenang terbatas, semua perawatan terhadap pasien berdasarkan instruksi dokter, kemudian secara administratif juga harus dokter yang bertanda tangan,” Bebernya.

Andi Pipit Sukmawati Asapa

Kedepan Dinas Kesehatan Sinjai harus menyiapkan tenaga dokter yang standby di setiap puskesmas.

“Selain itu tenaga perawat juga harus ditingkatkan kesejahteraannya, selama ini kita ketahui bahwa mereka hanya sukarela dan dibayar hanya uang makan yang diambil dari jasa layanan,” Tutur Pipit Asapa.

“Bisa dibayangkan bagaimana ujung tombak tenaga kesehatan yang harus berhadapan dengan pasien dengan keadaan yang bermacam macam,” Pungkasnya.

Sebelumnya, Puskesmas Mannanti disorot keluarga pasien, pasalnya dinilai pelayanan ‘buruk’ dan dianggap tidak mempunyai respon cepat.

Bahkan menurut warga, keluhan ini bukan kali ini saja terjadi.

Baca Juga: https://suarajelata.com/2018/10/13/keluarga-dipulangkan-warga-keluhkan-pelayanan-puskesmas-mannanti/

zhenal