Gelar Lapak Baca, Mahasiswa Ini Harap Parang Bebbu Gowa Jadi Kampung Literasi

Lapan baca buku gratis

SINJAI, Suara Jelata— Rendahnya minat baca masyarakat di era milenium ini merupakan hal yang sangat memprihatinkan.

Salah satu penyebabnya adalah perkembangan teknologi dengan segala fitur-fiturnya yang memanjakan masyarakat, sehingga lebih ingin membuka media sosial ketimbang membaca buku.

Akibatnya, buku-buku di Perpustakaan Desa tak ubahnya susunan debu sebagai sarang hantu.

Tak ingin hal tersebut terus menerus terjadi, Akbar Gassing, seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) Muhammadiyah Sinjai menggelar lapak baca buku gratis di Parang Bebbu, Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sabtu, (13/10/2018) kemarin.

Lapak baca buku gratis ini disediakan bagi para masyarakat yang ingin membaca buku secara gratis.

Ada berbagai macam jenis buku yang disediakan, mulai dari buku filsafat, ekonomi, agama, sastra hingga buku anak-anak.

Menurut Akbar, minat baca masyarakat sekarang ini sangatlah rendah,

“Mungkin tidak berlebihan jika saya mengatakan telah memasuki fase kritis. Banyak faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca, salah satunya adalah semakin berkembangnya teknologi informasi,” Katanya.

Kebanyakan dari masyarakat lebih disibukkan berswa foto, lebih memilih bermain game dan masih banyak lainnya.

“Dengan adanya lapak baca buku gratis, hal tersebut bisa diminimalisir dan hal ini akan terus disosialisasikan,” Ungkap Akbar.

Selain itu, Akbar Gassing juga berharap dengan adanya lapak buku gratis ini mampu mewujudkan kampung literasi dan menjadi percontohan bagi desa lain.

Sementara, masyarakat setempat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh salah satu mahasiswa STISIP Muhammadiyah Sinjai ini.

“Saya sangat mendukung dengan apa yang diperbuat oleh ananda Akbar. Dia berupaya membumikan budaya membaca di Parang Bebbu, apalagi membaca buku itu bagai menanam pohon dan kita akan mengunduh buah pikiran cemerlang,” Tutur Arfah Dg. Nawing.

Ia menambahkan, jika ini merupakan yang pertama kalinya ada yang mengadakan lapak buku seperti ini.

“Semoga ini bisa menjadi pemantik bagi generasi muda lainnya untuk mewujudkan kampung yang cerdas, beradat, dan beradab,” Kuncinya.

Aisyah