Wahyu, Pemuda Aktivis Sinjai Yang Mengincar Kursi DPRD

Muhammad Wahyu, Caleg DPRD Sinjai Dapil 1

SINJAI, Suara Jelata— Pemilih milenial menjadi sasaran utama bagi politikus muda yang bertarung di Pemilu 2019.

Di Sinjai sendiri, ada beberapa Calon Legislatif (Caleg) muda yang bertarung ke Tanassang.

Salah satunya adalah Muhammad Wahyu. Politikus Golkar yang lahir di Sinjai pada 11 Maret 1990 silam ini siap mewakafkan dirinya sebagai perwakilan kaum milenial.

“Saya maju karena saya menganggap sebagai representatif pemuda, sebagai anak milenial saat ini,” Kata Wahyu. Senin, (03/12/2018).

Di benak Wahyu, anak muda kerap dianggap remeh soal urusan politik, terlihat dari salah satu postingan di salah satu grup Facebook yang mana juga sarana buat masyarakat dalam menyampaikan masukannya.

Padahal kata Wahyu, anak muda punya kemampuan berinovatif, kreatif dan visioner.

“Dan yang terjadi sekarang, anak muda jarang diberi kesempatan oleh cara berfikir kebanyakan. Padahal kan ada pemimpin muda sekarang,” Terang Wahyu yang maju di Dapil 1 Sinjai Utara, Pulau 9, dan Bulupoddo ini.

Menurutnya, anak muda belum mendapat porsi yang besar dalam berbagai kontestasi politik khususnya di Sinjai. Pilihan politik masih sangat ditentukan oleh kedekatan emosional, kultural dan geng.

“Padahal idealnya, orang menentukan pilihan itu karena visi-misinya, karena inovasinya. Itulah menurut saya, anak muda itu sangat susah untuk bertarung secara fair dengan kompetitor-kompetitor yang dari segi umur lebih tua,” Tambhanya.

Lebih lanjut, Mantan Ketua DPP HIPPMAS ini mengatakan tidaklah heran kalau banyak anak muda yang dianggap remeh dalam politik. Padahal jelas-jelas, anak muda itu menawarkan gagasan baru.

“Coba kita beri ruang, pasti anak muda akan memberi yang lebih untuk Sinjai,” Ungkapnya.

Persepsi bahwa kaum milenial sarat dengan gaya-gayaan, kata Wahyu mesti dihilangkan. Masyarakat mesti memberi kesempatan bagi anak muda.

“Politik itu bagaimana strategi pemenangan. Makanya, milenial itu bukan gaya sebenarnya, tapi cara berpikir dalam memberikan gagasan baru,” Kuncinya.

Aisyah