Syahruni Aryanti Blak-blakan Soal Pencalonannya di Pileg Dapil V Sulsel

Syahruni Aryanti, Caleg Nasdem Dapil 5 Sulsel

SINJAI, Suara Jelaya– Syahruni Aryanti akhirnya angkat bicara terkait alasannya maju sebagai Calon Anggota Legislatif Provinsi Sulawesi Selatan Dapil V (Sinjai-Bulukumba). Selasa, (4/12/2018).

Syahruni yang akrab disapa Uni, merupakan Calon Legislatif (Caleg) Partai Nasdem Nomor urut 3.

Syahruni menolak jika ia disebut-sebut hanya memenuhi quota perempuan dalam proses pemilihan legislatif.

Dia mengungkapkan keseriusannya maju karena didasari kesadarannya sebagai orang Sulawesi Selatan khususnya sebagai orang yang besar dan lahir di Bulukumba.

Caleg yang berlatar belakang aktivis perempuan dan sarjana pertanian, ia melihat bahwa program-program keperempuanan dan program pertanian tidak pernah maksimal.

“Program-program yang turun ke masyarakat tidak pernah terlaksana hingga benar-benar tuntas,” Katanya.

Menurutnya, karena suatu program benar-benar berhasil jika penerima manfaat sebuah program telah berdaya dan mandiri.

“Sebut saja bantuan pemerintah yang selama ini hanya sekedar bersifat insidentil agar disebut program itu terlaksana.” Ujarnya.

Menurut Uni, pemberian bantuan pupuk, bibit dan lain-lain secara teori proses pengembangan masyarakat itu melalui tahapan-tahapan.

Dia menyebut hal itu haarus diawali penjelaskan apa sebenarnya yang harus dicapai dalam suatu proses usaha, apakah pertanian/perikanan yang ujungnya adalah proses terminasi dan evaluasi atas suatu program.

“Jika maksimal maka harusnya indikator yang paling rasional adalah masyarakat atau komunitas masyarakat benar-benar telah mandiri dan berdaya saing,” Jelasnya.

Uni mengatakan bahwa Bulukumba dan Sinjai masyarakatnya bekerja sebagai petani dan nelayan, jika kebijakan melalui Legislasi benar-benar telah baik, maka mestinya hasilnya sudah bisa dinikmati.

Sayangnya, kata mantan reporter radio ini, secara telanjang mata pembangunan terlalu fokus pada hal-hal fisik.

Mestinya pembangunan diawali dengan pembangunan manusia sehingga akan menghasilkan manusia unggul lalu terwujud dalam keberdayaan secara Ekonomi.

“Saya selalu membayangkan bagaimana negara-negara maju yang memiliki Sumber daya alam yang terbatas tetapi berhasil secara maksimal dalam mengelola hasil buminya,” Bebernya.

Dia mencontohkan bagaimana Thailand dan Jepang yang berhasil memukau karena pembangunan benar-benar difokuskan pada masyarakatnya yang memiliki pengetahuan mengelola sumberdayanya.

Selain itu, Uni menganggap pemerintah 2 negara tersebut juga ikut serta membantu masyarakat hingga bagaimana memasarkan produk ke luar negeri.

“Saya ingin berjuang karena masih banyak yang harus dibenahi bersama. Kepada seluruh Masyarakat Sinjai dan Bulukumba, saya sangat berharap kita dapat saling membantu untuk merebut kedaulatan kita bersama sebagai orang yang saya yakini merasa sama pedulinya kepada generasi kita dimasa mendatang,” Kuncinya.

zhenal