Oknum Dosen UNISMUH Makassar Melarang, HMI Sinjai Ikut Beraksi

A. Anis, Ketua Umum HMI Cabang Sinjai

SINJAI, Suara Jelata— Beredarnya rekaman video oleh oknum Dosen Wakil Dekan IV FKIP di salah satu kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melarang mahasiswanya untuk mengikuti pengkaderan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kini menuai sorotan dan kritikan dari beberapa kader HMI.

Dalam video tersebut, oknum dosen Unismuh secara terang-terangan menyampaikan di depan mahasiswanya bahwa “Kalau ada anak HMI di sini, ikut DAD baru masuk lagi Basic di HMI dan saya ajar, In shaa Allah, tidak akan pernah saya luluskan sampai hari kiamat, terserah kau,”

Ketua Umum HMI Cabang Sinjai, A. Anis mengecam tindakan tersebut dan mengancam mahasiswa ketika masuk di HMI tidak akan di luluskan apalagi kalau dalam mata pelajarannya.

“Saya sangat menyayangkan sikap dari Wakil Dekan IV FKIP Unismuh ini sehingga menyampaikan perkataan seperti itu didepan mahasiswanya,” Katanya.

Baca Juga:  Kapolres Luwu Imbau Jalin Sinergitas dalam Apel Gelar Pasukan Mantap Brata 2019

Menurutnya, tidak seharusnya guru atau dosen menyampaikan perkataan seperti itu kepada mahasiswa, karena tidak mencerminkan sebagai seorang tenaga pendidik.

Seharusnya, pihak guru atau dosen memperlihatkan dirinya sebagai seorang tenaga pendidik seperti yang dijelaskan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005.

“Bahwa seorang tenaga pendidik guru atau dosen harus profesional, bertanggung jawab, meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni,” Ungkapnya.

Juga bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, kondisi fisik tertentu, atau latar belakang sosioekonomi peserta didik dalam pembelajaran.

“Selaku Ketua Umum HMI Sinjai meminta kepada Wakil Dekan IV FKIP Unismuh agar kiranya segera meminta maaf kepada seluruh kader HMI termasuk kader-kader HMI yang ada di kampus Unismuh Makassar dan meminta kepada oknum dosen tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada kader HMI melalui media sosial dan ruang ruang publik,” Tegasnya.

Baca Juga:  Wanita Asal Sinjai Tewas di Gowa Diduga Dibunuh

Beredarnya video tersebut kata Anis, sudah menjadi viral di media sosial dan ini sudah jelas merusak citra nama baik organisasi.

“Karena seolah-olah HMI ini adalah organisasi terlarang bagi mahasiswa yang menempuh perkuliahan yang ada di kampus-kampus, baik kampus negeri maupun swasta,” Jelas Anis.

Ia menambahkan, jika HMI bukanlah organisasi baru kemarin sore, HMI bukanlah organisasi kacang-kacangan, melainkan HMI adalah organisasi tertua di Indonesia.

“Organisasi kami sudah mencetak banyak kader-kader yang berintelektual, bahkan diseluruh pelosok-pelosok desa dan HMI sudah melahirkan tokoh-tokoh bangsa dan bahkan pendiri HMI pun merupakan orang-orang yang pernah menjadi bagian dari Muhammadiyah,” Kuncinya.

Aisyah SJ