Pembebasan Kol-Kot Bone Kecam Pemakuan Pohon

Pemakuan pohon oleh oknum caleg.
  • Whatsapp
Pemakuan pohon oleh oknum caleg.

BONE, Suara Jelata—Pusat Perjuangan Mahasiswa Untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN) Kolektif Kota (Kol-Kot) Bone, mengecam tindakan pemasangan poster dan Alat Praga Kampanye (APK) dengan cara memaku pohon, Sabtu, (23/03/2019).

Hal ini dikatakan Ketua Pembebasan Kol-Kot Bone, Fazril, karena menurutnya Pohon yang dipaku akan membuat kambium di dalam pohon hingga menjadi rusak.

Baca Juga

Selain itu, juga membuatnya rentan kena penyakit lalu mati, sehingga pohon tidak bisa menghasilkan oksigen lagi.

“Kalau pohon dipaku bisa berlubang dan keropos, terus jadi sarang semut. Ini akan mengganggu pertumbuhan pohon itu sendiri,” tuturnya mahasiswa yang kerap disapa Komodo ini.

Lebih jauh, ia menjelaskan, pohon dewasa itu menyerap karbon dioksida 48 pon /tahun dan melepaskan oksigen dan itu bisa mendukung 2 manusia bernapas.

Bahkan, pohon rindang matang, bisa hasilkan oksigen untuk 10 orang menarik napas selama enam bulan.

“Perilaku memaku Pohon sama merusaknya dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan atau membuang limbah ke Sungai,” jelas Komodo yang juga merupakan pejuang lingkungan ini.

Ia menambahkan, bahwa memaku benda di Pohon dinyatakan melanggar UU RI no 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Selain itu, kata dia, juga melanggar PKPU 23 Tahun 2018 untuk tidak melakukan penyebaran atau pemasangan stiker baliho di Semarang tempat.

“Di sini sudah tertulis jelas, bahwa APK tidak bisa di tempatkan pada pepohonan, tapi mirisnya mereka tidak menghiraukan peraturan tersebut. Jadi saya minta kepada pihak yang bberwewenang untuk tegas menangani hal tersebut” imbuhnya.

Ia juga berharap kepada pihak berwewenang, untuk mengambil tindakan dengan tegas.

“Yang perlu saya tegaskan, bahwa bukan hanya soal APKnya tapi yang paling penting adalah pakunya yang harus tercabut, karena dapat merusak pohon,” pintanya.

Sampai berita diturunkan, pihak terkait belum sempat konfirmasi.

IRFAN/REDAKSI

Loading...
loading...
  • Whatsapp

Berita Lainnya