P2TP2A Sinjai Himbau Video Kekerasan Anak Tidak Disebarluaskan di Medsos

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata—Beredarnya video dugaan kekerasan anak yang terjadi di Kabupaten Sinjai saat ini telah menjadi viral di penguna media sosial.

Hal ini ditanggapi oleh pusat pelayanan terpadu Perlindungan perempuan dan anak (P2TP2A) Sinjai.

Baca Juga

Ketua tim pendampingan hukum perlindungan perempuan dan anak, Wawan menyayangkan jika warga dan penguna media sosial membagikan potongan video kekerasan itu tanpa memikirkan akibatnya.

Menurutnya, hal ini dapat menimbulkan dampak negatif dikalangan ibu dan anak.

“Kami dari P2TP2A Kab Sinjai mengimbau kepada siapa pun yang mendapatkan kiriman video kekerasan baik melalui aplikasi Facebook, Twitter ataupun WhatsApp mohon untuk menghapus dan tidak menyebarluaskan ke pihak lain dengan aplikasi apapun,”katanya.

Penyebaran video kekerasan kepada anak dapat berdampak buruk bagi korban, pelaku maupun anak-anak yang menyaksikan tayangan tersebut.

Sebelumnya, Salah satu Video Salah seorang warga desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, diduga melakukan kekerasan terhadap anaknya sendiri.

Tindakan diduga kekerasan terhadap anaknya terlihat jelas dalam video yang saat ini tersebar melalui grub WA dan media sosial.

Dalam adegan itu nampak seorang ibu yang tengah memberi makan bubur anaknya dengan kasar, dikarenakan anaknya tidak mau makan.

Dengan posisi anaknya tidur sesekali dipaksa memasukkan bubur di mulut anaknya dengan mengunakan tangan.

Karna anaknya menangis, kemudian ibu ini menutup badan dan wajah anaknya mengunakan bantal.

Kemudian sempat terlihat dalam video, ibunya memukul mulut anaknya sebanyak 2 kali dan sambil mengerutu.

Diketahui, nama ibu itu bernama Indah, dia memiliki 3 orang anak yang masih duduk di Paud, sementara suaminya berkerja sebagai pelaut.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB), Mas Ati mengatakan bahwa indikasinya adalah akibat sang anak malas makan.

“Kemudian Ibu sangat ingin melihat anaknya makan, namun cara memberikannya makan itu yang salah dan mungkin terlihat kasar,” katanya.

Kata Mas Ati, kejadian tersebut pada Kamis, 11 April 2019 lalu dan saat ini Indah dan anaknya sudah meninggalkan Sinjai ke keluarganya di Pulau Selayar.

Laporan:Izhar

Loading...
loading...
  • Whatsapp

Berita Lainnya