Berita

Mahasiswa KKN PPM UNM Gelar Seminar Mitigasi Bencana di Bulukumba

×

Mahasiswa KKN PPM UNM Gelar Seminar Mitigasi Bencana di Bulukumba

Sebarkan artikel ini

BULUKUMBA, Suara Jelata — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Bulukumba tahun 2019 Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar seminar ‘Mitigasi Bencana’ di kediaman Kepala Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Minggu, (4/8/2019).

Seminar tersebut menghadirkan pemateri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulukumba ini, dengan diikuti pesertanya sebanyak 33 orang.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Koordinator Desa KKN PPM Bulukumba Tahun 2019 UNM, Haswandi menjelaskan, bahwa seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana.

Terkhususnya bencana banjir agar masyarakat bisa mengurangi resiko atau dampak yang akan ditimbulkan oleh bencana banjir itu sendiri.

“Seperti yang kita ketahui di Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba adalah daerah yang sering mengalami bencana banjir sehingga memang perlu adanya kegiatan penyuluhan seperti ini,” katanya.

Mahasiswa angkatan 2015 ini mengaku, merasa bahagia melihat antusiasme masyarakat mengikuti seminar.

Menurutnya, antusiasme tersebut dikarenakan masyarakat belum mengetahui sikap yang harus dilakukan sebelum, dan saat terjadi bencana, serta setelahnya.

“Namun, setelah adanya kegiatan seperti ini setidaknya mereka sudah sadar dan paham bahwa kita bisa mengurangi resiko bencana, menghadapi bencana dan juga hal yang perlu dilakukan ketika bencana sudah terjadi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap agar kegiatan-kegiatan seperti ini dapat terus terlaksana, baik dari instansi terkait maupun dilaksanakan oleh masyarakat itu sendiri.

Senada Kepala Dusun Polewali Desa Salemba, Asdhar mengatkan, bahwa alangkah baiknya ada tindak lanjut dari Pemerintah setempat dengan adanya langkah awal dari mahasiswa KKN PPM Bulukumba Tahun 2019.

“Supaya kalau terjadi bencana banjir, masyarakat tidak panik lagi seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.