SINJAI, Suara Jelata—Melalui Ketua Divisi Pemantauan Legislatif Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Sinjai, Zulkarnain, melihat proyeksi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belaja Daerah (RAPBD) Sinjai tahun 2020 sebesar 1,33 triliun rupiah lebih.
Terdiri dari belanja tidak langsung 661.04 miliar rupiah, meningkat menjadi 18.11 miliar rupiah, dari alokasi tahun 2019 yang sebesar 642,93 miliar rupiah.
Sedangkan Belanja Langsung direncanakan 671 miliar rupiah lebih, mengalami penurunan 4,9 persen dari rencana tahun 2019 sebesar lebih dari 705.58 miliar rupiah.
Zulkarnain menuturkan, bahwa dari proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 menunjukan APBD Kabupaten Sinjai sangat tidak berpihak kepada rakyat.
“Dimana belanja tidak langsung itu adalah belanja yang tidak terkait langsung oleh masyarakat sangat tinggi. Sementara Belanja Langsung adalah belanja yang berkait erat dengan masyarakat lebih rendah dimana keadilan soal rakyat,” ujar Zul, sapaan akrabnya. Senin, (11/11).
Tak hanya itu, Zul juga mengatakan, apa yang mejadi alasan sehingga belanja tidak langsung itu naik.
“Apakah ada penambahan pegawai? Dan kenapa belanja langsung yang semula direncanakan 705,58 miliar rupiah, hingga turun menjadi 671 miliar rupiah atau 4,9 persen,” katanya.
“Apakah di Kabupaten Sinjai sudah lebih baik? Apakah di Kabupaten Sinjai sudah tidak ada orang miskin, dan ataukah sudah tidak ada lagi pembangunan sehingga anggaranya untuk kepentingan publik menurun,” kunci Zul.











