Syamsul Ahmad pun berharap agar instansi yang melakukan kegiatan dapat melibatkan BPBD.
SINJAI, Suara Jelata—Maraknya bencana yang terjadi membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai mengambil beberapa langkah antisipasi. Selasa, (26/11/2019)
Salah satu langkah yang diambil yakni, memberikan informasi terkait dengan kebencanaan sebagai pengetahuan kepada masyarakat dan lingkup pemerintah lewat media sosial.
Syamsul Ahmad Selaku Kepala Seksi (KASI) Kesiapsiagaan BPBD Sinjai kepada awak media menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mendukung sistem.
“Untuk mendukung dalam mewujudkan sebuah sistem peringatan dini (early warning system) dan prosedur tetap yang dipahami oleh masyarkat seluruhnya yang menetap di sekitar daerah rawan bencana”. Jelasnya
Syamsul Ahmad lebih lanjut, menekankan perlu adanya perubahan pola pikir di Masyarakat soal bencana.
“Hal krusial yang perlu dilakukan adalah mengubah pola pikir masyarakat menjadi masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana. Usaha ini bisa dimulai dengan mengidentifikasi potensi bencana di sekitaran kita, “Ungkap Syamsul
Setelah itu, kita perlu mengetahui langkah awal yang harus dilakukan sebelum bencana terjadi.
“Masyarakat tidak boleh hanya berpangku tangan menunggu inisiasi pemerintah dalam hal edukasi kesiapsiagaan bencana, Upaya mengurangi dampak bencana tentu bisa dimulai dilakukan dengan mengedukasi diri sendiri dan orang terdekat” Ujar Syamsul Ahmad Kembali.
Lanjut Ahmad, partisipasi aktif masyarakat dalam hal tanggap bencana terbukti berperan penting dalam mengurangi kerugian akibat bencana.
“Tidak hanya siaga menghadapi gempa bumi, bencana lain seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, gunung meletus, kebakaran hingga Tsunami, penting bagi masyarakat memiliki pengetahuan dan kesadaran kesiapsiagaan”. Terangnya.
Syamsul Ahmad pun berharap agar instansi yang melakukan kegiatan dapat melibatkan BPBD.
“Berharap bila Instansi-instansi melakukan kegiatan lintas sektor baik di pemerintahan kabupaten, Pemerintah Desa kiranya melibatkan juga BPBD, minimal diberi ruang untuk memberi masukan atau bersosialisasi sebagai upaya meminimalisir dampak terjadinya suatu bencana baik sebelum, saat, dan setelah bencana”. Tandasnya
Chaerul











