DAERAHNews

Produksi Padi di Soppeng Tahun 2018 Meningkat 9,40 Persen

×

Produksi Padi di Soppeng Tahun 2018 Meningkat 9,40 Persen

Sebarkan artikel ini

SOPPENG, Suara Jelata— Bupati Soppeng, HA Kaswadi Razak menghadiri kegiatan Bupati menyapa di Lapangan Sepak Bola Labessi, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Rabu, (25/12/2019).

Camat Marioriwawo, Drs. Muh. Saing dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Soppeng yang telah hadir untuk saling menyapa dengan masyarakat, sekaligus berinteraksi umpan balik terkait permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

“Setiap masyarakat bebas memberikan masukan, ide demi terwujudnya pembangunan di daerah kita, sekarang ini pembangunan yang telah dilaksanakan di daerah kita sudah dinikmati oleh masyarakat, sehingga program pemerintah telah terwujud yakni pemerintah melayani rakyatnya,” katanya.

Selain itu, Bupati Soppeng, HA Kaswadi Razak dalam sambutanya menyampaikan bahwa kegiatan bupati menyapa ini dimaknai sebagai bentuk silaturahim sekaligus menjaring aspirasi dan mendengarkan secara langsung saran dan kritik serta persoalan persoalan begitu juga permasalahan yang ada dalam masyarakat.

Dijelaskan, Pemerintah Kabupaten Soppeng telah berhasil melaksanakan pembangunan sektor seperti perekonomian, sosial, dan budaya, terutama yang terkait pelayanan masyarakat, Karena pada hakekatnya kita adalah pelayan masyarakat.

Pada tahun ini, hasil-hasil akselerasi pada tahun sebelumnya dijadikan dasar untuk akselerasi tahun berikutnya.

Kemudian dia menambahkan, bahwa sumber daya pembangunan dan penerapan kebijakan dikelola secara lebih inklusif dengan melibatkan multi pihak dalam mempertajam implementasi dan prinsip pemerintahan yang melayani dan lebih baik.

Kemudian, dari sektor pertanian dan perkebunan, produksi padi tahun 2017 sebesar 309.816 ton menjadi 338.933 ton pada tahun 2018 atau meningkat 9,40 persen.

“Peningkatan ini dipicu dengan peningkatan distribusi pupuk, tersedianya bibit unggul, cetak sawah baru, pembangunan sumur tanah dangkal, pembangunan sumur dalam, rehabilitasi saluran irigasi, peningkatan saluran irigasi dan pembangunan saluran irigasi,” jelasnya.

NA