News

Pustaka Bergerak Selenggarakan Diskusi Online FCL dan Solusi Masa Depan

×

Pustaka Bergerak Selenggarakan Diskusi Online FCL dan Solusi Masa Depan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, Suara Jelata— Dalam rangka memperingati hari kelahiran nya, FCL (Free Cargo Literacy) tiga tahun lalu, 20 Mei 2017, pustaka Bergerak menyelenggarakan diskusi online bertajuk “Indeks Literasi, FCL dan Solusi Masa Depan”.

Nirwan Arsuka, salah satu yang terlibat dalam program ini menjelaskan,
FCL merupakan program pengiriman buku gratis yang melibatkan partisipasi warga, guna memajukan Indonesia dengan mencerdaskan anak bangsa.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Lebih lanjut, ia membeberkan awal mula kehadiran FCL bermula dari pertemuan sejumlah relawan penggerak literasi memenuhi undangan Presiden Joko Widodo di Istana Negara 2 Mei 2017 lalu. Pertemuan tersebut terselenggara berkat dukungan Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid, Duta Baca, Najwa Shihab, politisi PDIP, Muhammad Yamin, dan Komisaris PT Pos.

“Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyatakan setuju dengan permintaan relawan agar pemerintah membantu masyarakat yang telah bergerak tanpa digaji melalui program pengiriman buku gratis sekali sebulan, Presiden melalui Menteri BUMN menugaskan PT Pos untuk memfasilitasi pengiriman buku gratis sehari dalam sebulan” jelasnya, Selasa (19/5/20).

Diketahui, kata dia, pengiriman buku pertama dimulai pada momentun Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2017, ke seluruh penjuru tanah air yang kemudian dikenal sebagai FCL (Free Cargo Literacy).

Selain itu, diskusi Indeks Literasi, FCL, dan Solusi Masa Depan kata Nirwan, akan berbincang program pengiriman buku gratis yang dikenal dengan FCL dari berbagai aspek.

Nirwan menambahkan diskusi akan membahas akibat dan dampak langsung yang dialami masyarakat saat FCL masih berlangsung dan membandingkannya dengan masa sekarang ketika FCL tak lagi ada sejak Maret 2019.

“Tak berhenti pada upaya memetakan FCL, diskusi ini juga akan melakukan evaluasi untuk melihat implementasi program FCL secara komprehensif” katanya.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan evaluasi ini kemudian memungkinkan mereka untuk bergerak, melihat berbagai kemungkinan dalam menghidupkan kembali FCL.

“Diskusi ini kemudian diselenggarakan oleh Pustaka Bergerak Indonesia” kuncinya.

Laporan: Tim SJ