Andi Irwandi bersama Komunitas One Supporting Bedah Rumah Warga di Bone

  • Whatsapp

BONE, Suara Jelata— Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Irwan Natsir, bersama Komunitas One Supporting, melakukan aksi sosial. Sabtu, (11/07/20).

Aksi sosial ini dilakukan dengan membedah rumah milik Intan (50) warga Kelurahan Tibojong, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone.

Bacaan Lainnya

Rumah pemberian dari nenek mendiang suami yang telah memberinya dua anak, kini sudah sangat reyot dan harusnya tak layak dihuni lagi.

Tetapi apa daya hanya itu yang dia punya, tanah tinggalnya pun pemberian dari adik ipar. Sungguh nasib, melarat di pinggiran kota beradat, Watampone.

Diketahui, Komunitas One Supporting adalah sekelompok pemuda kreatif dibawah binaan mantan aktivis 98′ Makassar, Andi Irwandi Natsir. Yang kini telah Dua periode terpilih menjadi anggota legislatif Provinsi Sulsel dari partai Partai Amanat Nasional (PAN).

“Kita dari komunitas One Supporting, sudah terbentuk dari 5 tahun yang lalu, tapi saya sendiri baru tergabung sekitar 2 tahunan. Komunitas binaan kanda Andi Irwandi, yang dikomando langsung oleh beliau” kata salah satu pengurus Komunitas One Supporting.

Saat dikonfirmasi, Andi Irwandi sendiri menuturkan bahwa kegiatan itu, hanya inisiatif sukarela komunitas.

“Kemarin maghrib tetangga datang silaturrahmi ke rumah lepas kangen, ngobrol panjanglah kita. Hingga nyerempet soal kakak iparnya yang kondisi rumahnya sangat memprihatinkan” tuturnya.

Lanjut Irwan Natsir, Selepas tetangga itu balik, Ia langsung diskusikan dengan teman-teman One Supporting. Besoknya pijaknya langsung ke lokasi dan beri support, seperti papan, seng dan beberapa perabot lainnya.

“Belum cukup pasti, tetapi setidaknya kita bantu tutup kekurangan yang ada. Kalau menunggu lagi pembahasan anggaran perubahan atau pokok untuk membantu saudara kita, akan butuh waktu lagi. Sementara semangat komunitas telah tersulut heheh” terangnya.

Begitu sampai di lokasi, momen haru tercipta. Dengan mata berkaca-kaca, dan mulut terbata-bata, Intan, hampir tak mampu menyelesaikan rangkaian kalimat terima kasihnya.

Refleks saja, Andi Irwandi merangkul pundaknya sambil mengelus penuh kasih. Kita saudara, kira-kita itu maksud tersirat dari sikapnya.

Komunitas ini terbentuk memang demikian, salah satu jaring respon sosial kemasyarakatan. Kami paham, ada gap yang terbentuk dari kalangan pemangku kewenangan dengan mereka yang dipinggiran.

“Oleh karena itu, kita rangkul para pemuda yang punya kecenderungan dan mobilitas tinggi untuk ini. Kami tak beri gaji, karena kami pernah sama merasakan saat masih berjuang di kampus-kampus” kuncinya.

Laporan: Taqwa

loading...
  • Whatsapp