Pelaku Pembunuhan di Bone Ditangkap Polisi

  • Whatsapp

BONE, Suara Jelata— Unit Resmob Sat Reskrim Polres Bone, yang dipimpin langsung oleh IPDA. Muh Riad, melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan di Dusun Tempe, Desa Polewali, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone. Jumat, (14/08/2020).

Identitas pelaku, perempuan YT (59), warga Sungai Bakung, Desa Kota Kandis, Kec Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Bacaan Lainnya

Sementara identitas korban, Hadrawi (59) warga Dusun Tempe, Desa Polewali, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone.

Paur Subag Humas Polres Bone, IPDA. Rayendra Muchtar, menjelaskan kronologi kejadian, awalnya Korban meninggalkan rumahnya di Dusun Tempe Desa Polewali, Rabu 12 Agustus 2020 sekitar pukul 21.30 WITA, tanpa sepengetahuan keluarganya.

“Pada Kamis 13 Agustus 2020, adik Korban, Kartini, melakukan pencarian bersama keluarganya serta menyampaikan kepada keluarga yang lain untuk ikut melakukan pencarian,” katanya.

Pada Kamis 13 Agustus 2020, sekitar pukul 15.30 WITA, para saksi menemukan korban berada di areal persawahan tepatnya disaluran irigasi Dusun Tempe-tempe Desa Polewali, Kecamatan Sibulue, dalam meninggal dunia.

Setelah itu keluarga korban langsung membawa pulang ke rumah kediamannya dan selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak yang berwajib yakni Polsek Sibulue.

Berdasarkan laporan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Sibulue, bersama 2 (dua) orang anggota dan tim medis dari Puskesmas Sibulue mendatangi rumah korban, dan selanjutnya melakukan pemeriksaan medis (Visum luar) terhadap jenazah korban.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh keluarga korban menyatakan bahwa menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban,” imbuhnya.

Selanjutnya, Paur Subag Humas Polres Bone, IPDA. Rayendra Muchtar, mengungkapkan, hasil penyelidikan dilapangan Unit Resmob Sat Reskrim Polres Bone perihal Penemuan mayat tersebut dan laporan Polisi, maka dari Unit Resmob Sat Reskrim Polres Bone, langsung turun ke TKP untuk melakukan olah TKP dan penyelidikan.

“Selanjutnya terduga pelaku bersama barang bukti berhasil diamankan dan oleh terduga pelaku telah mengakui semua perbuatannya,” ungkapnya.

Lanjut, dari hasil interogasi pelaku menjelaskan, malam Kamis, Korban telah menelepon Pelaku dengan maksud dan tujuan mengajak pelaku untuk keluar menuju ke TKP yang letaknya tidak jauh dari rumah kediaman pelaku untuk melakukan persetubuhan (Berzina), namun pada saat itu pelaku tidak merespon ajakan dari korban tersebut.

“Selanjutnya sekitar pukul 23.30 WITA, Korban kembali menghubungi pelaku melalui via telpon dengan tujuan untuk kembali mengajak pelaku agar keluar dari rumah dan berangkat ke TKP untuk bersetubuh,” jelasnya.

Dimana pada saat pelaku telah merespon ajakan dari Korban tersebut karena saat itu korban telah mengancam pelaku bahwa Korban akan masuk secara paksa kedalam rumah dan akan membawa lari pelaku secara paksa jika pelaku tidak menuruti permintaan korban untuk keluar dari dalam rumah.

“Setelah itu korban menyampaikan kepada pelaku bahwa ia akan menunggu di TKP dan jika kamu tidak datang maka saya akan datang untuk menjemputmu di Rumahmu,” tambahnya.

Setelah mendengar ancaman dari Korban, pelaku kemudian keluar dari rumahnya dan selanjutnya berjalan kaki menuju TKP untuk menemui korban. Setelah berada di TKP pelaku dan korban kemudian berbincang bincang dimana oleh korban telah mengajak pelaku untuk berhubungan badan.

“Saat itu Pelaku telah menolak ajakan dari korban namun korban telah memaksa pelaku untuk berhubungan badan dengan cara korban memaksa pelaku tepatnya korban telah membuka celana puntung dan celana dalam korban secara paksa,” ungkapnya.

Sehingga, pada akhirnya korban berusaha untuk menyetubuhi pelaku namun zakar (alat vital) korban tidak dapat ereksi atau berdiri sehingga tidak dapat melakukan penetrasi kedalam vagina pelaku yang mengakibatkan pada saat itu korban mencekik leher pelaku dengan menggunakan tangan.

Korban sambil berkata dalam bahasa bugis yang artinya bahwa “apa yang telah kau lakukan sehingga barang saya tidak dapat berdiri dan dijawab oleh pelaku bahwa Allah SWT yang memberikan balasan kepada kamu karena saya tidak pernah melakukan sesuatu perbuatan kepada kamu”.

Selanjutnya bahwa setelah itu korban dan pelaku kembali duduk di pinggiran irigasi dan berselang menit kemudian oleh korban kembali mengajak pelaku untuk berhubungan badan namun pada saat itu alat vital korban tetap tidak dapat ereksi sehingga tidak dapat melakukan penertasi kedalam vagina pelaku.

Pada akhirnya Korban kembali mencekik leher pelaku dan telah menyebabkan pelaku mengalami sesak napas sambil berkata kepada korban bahwa “kau bunuhka, kau bunuhka itu yang dijawab oleh korban bahwa biar, biar saja kau mati”.

Oleh karena pada saat korban telah berusaha untuk menyetubuhi pelaku, korban tidak mampu melakukan penetrasi maka korban selanjutnya beristirahat tepatnya duduk di TKP karena pada saat itu korban telah menderita sesak napas dan terdapat busa yang keluar dari mulut dan hidung korban.

Selanjutnya bahwa setelah itu korban kembali mencekik leher pelaku sehingga pelaku yang tidak menerima perbuatan korban tersebut langsung mendorong tubuh korban pada bagian dada dengan menggunakan kedua tangan sehingga menyebabkan korban jatuh kebelakang, dan setelah itu pelaku mengambil sepotong kayu yang terdapat di TKP.

Selanjutnya digunakan untuk memukul kepala korban pada bagian kanan sebanyak 1 (satu) kali. Selanjutnya bahwa setelah menganiaya korban, pelaku langsung meninggalkan korban di TKP dengan tujuan pulang kerumah kedimanannya yang berjarak sekira 100 (seratus meter).

Pada keesokan harinya oleh karena pelaku merasa bersalah atas perbuatannya terhadap korban, maka pada saat keluarga korban sedang berusaha untuk melakukan pencarian terhadap korban maka pelaku kemudian ikut melakukan pencarian dan selanjutnya menyampaikan kepada keluarga korban adik korban, Kartini, untuk mencari korban pada area persawahan yang menjadi TKP.

Diketahui, p pelaku dan korban mempunyai pernah mempunyai hubungan (pacaran) pada sekira 30 tahun yang lalu.

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti diamankan dan dibawah dan di titip dimapolres bone guna proses hukum lebih lanjut sit aman dan terkendali.

Laporan: Takwa

loading...
  • Whatsapp