Disoroti HMI, PPK Proyek di RSUD Sinjai Akui Ada Pekerja Tidak Pakai APD, Alasannya Ini

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata—Meski telah disoroti oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sinjai akan pengunaan alat pelindung diri (APD) bagi pekerja proyek pembangunan Gedung di RSUD Sinjai tetap saja berjalan. Jumat, (4/9/2020).

Hanya saja, pantauan media ini di Lokasi, masih ada pekerja yang tidak mengunakan APD lengkap saat bekerja.

Bacaan Lainnya

Pejabat pembuat komitmen (PPK) pembangunan Gedung RSUD Sinjai Andi Ariani Jalil tidak menampik jika masih ada pekerja yang tidak memakai APD.

Alasannya, menurut Ariani, masih sementara pengadaan dikarenakan ada tambahan pekerja oleh pihak rekanan.

“Awalnya pekerja sekitar 40 orang, tapi untuk mempercepat pembangunan ini, maka dilakukan penambahan pekerja, sekitar 20 orang, itu yang tidak menggunakan APD,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dirinya sudah menyuruh pelaksana untuk melengkapi APD kepada pekerja.

“Saya sudah suruh pelaksana untuk melengkapi APD, hari Senin (7/9) saya akan evaluasi ini,” bebernya.

Sebelumnya, terkait tidak lengkapnya APD bagi pekerja di RSUD Sinjai ini disoroti oleh HMI Cabang Sinjai, mereka meminta pekerjaan dihentikan dikarenakan dapat membahayakan keselamatan pekerja.

Padahal menurutnya, APD bagi pekerja proyek, sangat dibutuhkan dalam keselamatan bekerja, apalagi pengadaan APD ini tertuang dalam RAB.

“Dari pantauan saya di lapangan saya menemukan ada pekerja yang tidak menggunakan APD, hanya tersimpan di ruangan kantor RSUD Sinjai, ” Katanya.

Saat di lokasi, dirinya sempat mempertanyakan dan menemui pelaksana pengerjaan proyek bangunan RSUD Sinjai.

“Saya menemui pelaksana dia mengatakan masalah pengadaan APD nya dilakukan secara bertahap,” katanya.

APD yang dimaksud adalah Helm, kaos tangan, Rompi, sepatu laras, dan Masker, dan wajib kontrak dengan BPJS ketenagakerjaan untuk mendapatkan jaminan sebelum dilakukan pekerjaan tersebut.

Takwa Ainun

loading...
  • Whatsapp