Proposal Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Bone Lolos Kompetisi PKM Kemenristekdikti

  • Whatsapp

BONE, Suara Jelata— 15 mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (STKIP) Muhammadiayah Bone dinyatakan lolos pendanaan salah satu proposal mereka dalam kegiatan Program Kreatif Mahasiswa (PKM) Direktorat Jenderal Kemahasiswaan dan Pembelajaran Kemenristekdikti. Jumat, (04/09/2020).

Adapun judul proposalnya yaitu “Pemberdayaan ibu PKK Desa Matajang melalui pemanfaatan limbah cangkang kemiri sebagai briket arang bakar masa depan”.

Bacaan Lainnya

Tim tersebut diketuai oleh Nining Muliana, mahasiswa semester 8 program studi pendidikan ekonomi beserta anggota tim, diantaranya A. Mawar Sari, mahasiswa semester 8 program studi pendidikan ekonomi, Rismawati dari semester 4 program studi teknologi pendidikan dan A. Nurfaizah Yusuf dari semester 2 program studi pendidikan biologi.

Kegiatan PKM ini merupakan kompetisi bergengsi bagi seluruh mahasiswa di Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kemahasiswaan dan Pembelajaran Kemenristekdikti setiap tahun.

Sebagai bentuk tindak lanjut, sejumlah mahasiswa STKIP Muhammadiyah Bone menggelar penyuluhan pembuatan briket limbah cangkang kemiri secara daring, yaitu via zoom untuk mencegah penularan Covid-19.

Produksi briket limbah cangkang kemiri tidak begitu familiar di masyarakat, khususnya Desa Matajang, Kemacatan Kahu, Kabupaten Bone dan bahkan ada yang tidak mengetahuinya sama sekali.

“Alasan mengapa kami menciptakan produk ini, karena sebagian besar masyarakat Desa Matajang menjadikan kemiri sebagai sumber mata pencaharian dan selain itu cangkang dari kemiri akan menjadi limbah dan menumpuk jika tidak dimanfaatkan, padahal keberadaannya sangat melimpah” jelas Ketua Tim, Nining Muliana.

Menurutnya, adanya limbah ini dapat menimbulkan masalah terhadap lingkungan hidup, sehingga penanggulangannya perlu dipikirkan.

Selain itu, A. Mawar Sari, mengatakan, selama ini masyarakat setempat belum memanfaatkan cangkang kemiri secara optimal, padahal apabila diolah kembali akan menjadi lebih bermanfaat.

Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah mengubah menjadi produk yang bernilai tambah dengan memanfaatkan briket limbah cangkang kemiri menjadi arang bakar masa depan sebagai pengganti bahan bakar yang kian menipis.

Lanjutnya, ide tersebut tidak terlepas dari bimbingan Dr. Muh. Safar M.Pd selaku dosen pendamping, A.M.Irfan Taufan Asfar, MT., M.Pd dan A.M. Iqbal Akbar Asfar, MT,M.M. Pd yang senantiasa memberikan arahan serta motivasi sehingga mereka bisa sampai ketahap ini.

loading...
  • Whatsapp