Gotong Royong Dalam Menghadapi Pemerosotan Pajak Ditengah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp

OPINI, Suara Jelata— Kondisi pandemi benar-benar membuat pemungut pajak menghadapi dilema. Di satu sisi, peningkatan belanja publik yang begitu tinggi untuk menanggulangi Covid-19, memberikan tuntutan besar akan tercapainya target pendapatan.

Disisi lain, rasa kemanusiaan terhadap situasi sosial ekonomi masyarakat, juga menuntut pemungut pajak membuka ruang bagi relaksasi kewajiban perpajakan. Hal ini sebagai empati atas beban masyarakat selama masa pandemik, sekaligus sebagai stimulus bagi percepatan pemulihan ekonomi.

Bacaan Lainnya

Jika berbicara mengenai pajak pada saat pandemi, sangat penting untuk dipahami bahwa pemerintah, baik pusat maupun daerah, sangat bergantung pada pendapatan pajak agar tetap dapat melaksanakan pelayanan publik secara prima. Peningkatan pengurangan pajak, hakikatnya juga secara tidak langsung mengurangi kemampuan pemerintah untuk menjaga kualitas pelayanan publik.

Padahal di era pandemi ini, kebutuhan untuk penyelenggaran pemerintahan dan layanan publik justru makin meningkat.
Bagi pemerintah pusat, pelebaran defisit akibat penurunan penerimaan pajak, mungkin masih bisa ditutup dengan tambahan utang. Namun tidak demikian bagi pemerintah daerah.

Pengurangan pajak akan berdampak besar pada postur APBD di daerah. Ini karena tidak tersedia instrumen mengajukan utang yang sifatnya fleksibel, meskipun belakangan ini pemerintah pusat telah memperkenalkan sejumlah skema utang baru secara terbatas pada sejumlah daerah.

Oleh karena itu, masyarakat perlu menyadari bahwa pengajuan pengurangan pajak, hakikatnya secara tidak langsung mendorong timbulnya penambahan utang negara bagi pemerintah pusat. Selain itu juga mengurangi kemampuan pemerintah, baik pusat dan terutama pemerintah daerah, dalam memberikan layanan publik yang prima bagi masyarakat luas yang ironisnya justru makin dibutuhkan di era pandemi Covid-19.

Dengan demikian, pelunasan pajak tepat waktu, serta menahan diri dari pengajuan pengurangan pajak, hakikatnya merupakan wujud konkrit dari semangat gotong royong untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19. Semua pihak haruslah saling memahami. Situasi pandemi ini menuntut kita semakin peka, bahwa sekecil apapun kontribusi pajak kita sangat berarti bagi masyarakat. Mungkin Inilah saat terbaik bagi kalangan mampu untuk berbagi kenikmatan panjang yang sudah kita peroleh selama ini, dengan mereka yang lebih membutuhkan.

“Dan sekali lagi membayar pajak tepat waktu tanpa pengurangan adalah salah satu bentuk nyata dari semangat gotong royong itu yang merupakan cermin kebijakan kemanusiaan kita. Karenanya mari menjadi orang bijak dengan taat pajak” (https://www.jawapos.com)

Penulis: Nurlela, Jurusan Ekos IAIM Sinjai

Opini ini diluar tanggung jawab Redaksi

loading...
  • Whatsapp