Pemkab Sinjai Ikuti Workshop Konvergensi Stunting di Ambon

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata— Stunting dapat menjadi prediktor rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berpengaruh terhadap produktifitas dan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa, sehingga pencegahan dan penanggulangan stunting menjadi sangat penting. Minggu, (22/11/2020).

Sama seperti di Kabupaten Sinjai, upaya pencegahan terhadap stunting terus dilakukan. Salah satunya dengan mengikuti Workshop Penguatan Kelembagaan, Pemantauan, Benchmarking dan Pembelajaran Antar Daerah Pelaksanaan Aksi Konvergensi Stunting Gelombang-III.

Bacaan Lainnya

Workshop yang digelar Ditjen Bina Bangda Kemendagri itu bertempat di Swiss Belhotel Kota Ambon, Provinsi Maluku yang berlangsung dari tanggal 17-21 November 2020.

Kegiatan ini dibuka oleh Dirjen Bina Bangda Kemendagri, Dr. Hari Nur Cahya Murni, M.Si dan diikuti oleh Bappeda dan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kab./Kota se Regional Sulampapua.

Sebagai pemateri dalam kegiatan ini dari Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Bappenas, Kemenkeu, Deputi Setwapres, Bappeda Prov. Jawa Tengah, Bappeda Kabupaten Cianjur, dan Tim Fasilitator.

Dari Pemkab Sinjai, kegiatan ini diikuti Kasubbid Pemerintahan Bappeda, Supriady Namir, dan Kepala Seksi Kesga Dinas Kesehatan Sinjai, Dedy Hardy Hamzah.

Supriady Namir mengemukakan, dalam kegiatan itu merumuskan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL), diantaranya Optimalisasi koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan terkait upaya penurunan stunting.

Selain itu, penyusunan perencanaan dan penganggaran yang lebih kongkret yang disesuaikan dengan hasil Analisis Situasi dan diintegrasikan dengan APBD tahun berjalan dan RKPD tahun rencana.

Termasuk upload hasil kegiatan konvergensi stunting untuk aksi 5 – 7 paling lambat dilakukan pada 1 Desember 2020 mendatang

Taqwa

loading...
  • Whatsapp