Cerita Haris, Mantan Guru Honorer di Sinjai yang Berakhir di Kasur Lusuh dan Kursi Roda Usang

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata— Nasib malang hingga saat ini masih dirasakan oleh Muhammad Haris (33), pria paruh bayah, asal Lingkungan Manggarabbombang, Kecamatan Sinjai Timur ini diketahui menderita penyakit asam urat yang semakin parah.

Ditemui oleh Tim Suara Jelata di kediamannya, ia menceritakan bagaimana harinya berlalu begitu saja tanpa bisa melakukan aktivitas seperti dulu.

Bacaan Lainnya

“Harapan saat ini bisa beraktivitas kembali, saya pernah menjadi guru Honorer selama empat tahun” ujarnya.

Sayang sekali, untuk saat ini Ia hanya bisa terbaring di kasur lusuh dan kursi roda usang miliknya.

Dia juga mengaku, tidak dapat memperoleh perawat yang intensif di Rumah sakit lantaran terkendala pembiayaan dan keluarga yang harus merawat hanya kedua orang tuanya.

“Masalah biaya, yang bisa rawat disana
Meskipun ditanggung BPJS, masalah transportasi, makanan untuk disana” tambahnya.

Bahkan untuk biaya pengobatan dan peralatan Haris, yang setiap harinya harus mengganti perban untuk membalut sisi persendiannya, sang Ayah harus mempersiapkan biaya sekira 70 hingga 140 ribu rupiah dengan pemakaian selama lima hari.

Hal ini Basri (60) dan Hasime (50), selaku orang tua Haris, bekerja keras dengan melakoni sejumlah pekerjaan.

“Untuk kehidupan sehari-hari bergantung dari pekerjaan bapak sebagai petani yang menggarap milik orang lain” ungkapnya.

Tidak hanya itu, untuk penghasilan tambahan, Sang Ayah yang sudah rentan dan sakit-sakitan harus bekerja di pabrik es dengan gaji cukup, demi menutupi kehidupan sehari-hari dan pengobatan sang anak.

TA/Rihan

  • Whatsapp
loading...